BANDARLAMPUNG – (PeNa), Provinsi Lampung resmi meluncurkan Kelas Migran Vokasi bagi siswa SMA dan SMK sebagai langkah mengatasi pengangguran lulusan sekolah menengah yang belum terserap dunia kerja.
Program ini menjadi pilot project nasional melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Pekerja Pelindungan Migran Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan MoU di Bandar Lampung.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menegaskan ide kelas migran pertama kali muncul dari Lampung sehingga kini dijadikan model untuk provinsi lain di Indonesia.
“Saya ingin memberi apresiasi kepada Gubernur Lampung karena gagasan kelas migran ini berasal dari sini dan kini menjadi percontohan nasional,” ujarnya.
Karding menilai pentingnya tenaga kerja terampil dan menguasai bahasa asing agar mampu bersaing di luar negeri, sehingga kelas migran menjadi solusi yang tepat.
“Kami mendorong anak-anak untuk memiliki keterampilan dan penguasaan bahasa agar bisa bekerja di luar negeri dengan kualitas terbaik,” katanya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut program ini bukti nyata dukungan pemerintah pusat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung.
“Kami melihat keseriusan pemerintah pusat mendukung program peningkatan kualitas SDM melalui kerja sama ini yang penting bagi masa depan Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan banyak anak muda tertarik mengikuti kelas migran vokasi yang memberi pelatihan bahasa dan keterampilan sebagai bekal bekerja di luar negeri.
“Anak-anak kami akan mendapatkan bekal keterampilan dan bahasa sehingga mampu bersaing di luar negeri sekaligus menjadi duta bangsa,” kata Rahmat.
Antusiasme siswa terlihat dari sambutan positif mereka terhadap program ini. Siswi SMAN 7 Bandar Lampung, Azra Munifah Arieansyah, mengaku sangat menantikannya.
“Saya menyambut baik dan sangat antusias dengan Kelas Migran Vokasi karena menjadi solusi nyata bagi lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Bakasabani Haidar, siswa kelas XII SMAN 7 Bandar Lampung, yang berharap program ini memberi manfaat besar bagi para lulusan sekolah menengah.
“Semoga program ini berjalan maksimal memberikan bekal dan kemampuan bagi lulusan agar siap bekerja di luar negeri dengan sikap serta mental yang baik,” katanya.
Kepala SMAN 7 Bandar Lampung, H. Umar Singgih, menjelaskan sekolahnya siap mendukung program ini dengan melakukan sosialisasi kepada siswa dan alumni.
“Kami sudah mensosialisasikan program ini dan menyiapkan siswa yang akan belajar bahasa Jepang, budaya, serta etos kerja yang dibutuhkan di berbagai sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan ada 30 siswa yang siap mengikuti pembelajaran khusus ini, sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja global.
“Harapan kami program ini berjalan lancar dan sukses menghantarkan lulusan mencapai cita-cita melalui kesempatan bekerja di luar negeri,” kata Umar.
Kelas Migran Vokasi diharapkan menjadi langkah nyata mencetak sumber daya manusia unggul dari Lampung sekaligus menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.






