Lampung Timur – (PeNa), Duka mendalam menyelimuti Desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, Senin (26/1/2026). Praka Marinir Muhammad Kori, prajurit Korps Marinir TNI AL yang menjadi korban bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, akhirnya dimakamkan di kampung halaman sang istri.
Praka Kori merupakan satu dari 23 anggota Marinir TNI AL yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, KBB. Bencana tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026), saat hujan lebat mengguyur kawasan itu selama berjam-jam hingga memicu runtuhan tanah.
Kepergian Praka Kori menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Mereka mengaku tak sempat bertemu untuk terakhir kalinya sebelum almarhum berangkat menjalankan tugas.
“Orangnya Baik dan Ramah, Kami Tak Sempat Bertemu Terakhir Kali”
Sepupu korban, Bayu Firnanda, mengenang Praka Kori sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul. “Orangnya baik, enggak sombong. Kalau sama saudara itu ramah semua,” ujar Bayu saat ditemui di rumah duka.
Bayu mengungkapkan, pertemuan terakhir dengan almarhum sudah cukup lama. Bahkan saat momen tahun baru, keluarga belum sempat berkumpul lengkap. “Waktu mau makan-makan tahun baru, saudaranya belum pulang dari kerjaan. Ada anak kecil, jadi kami pulang duluan. Enggak sempat ketemu,” katanya.
Menurut Bayu, saat berada di kampung, Praka Kori tengah disibukkan dengan persiapan tugas ke Jawa Barat. “Waktu itu dia masih ngurus mau berangkat ke Bandung. Lagi ngurus-ngurus, jadi enggak sempat ketemu sama orangnya,” tuturnya.
Kabar duka itu diterima keluarga dari sesama kerabat. Tanpa banyak penjelasan, keluarga langsung bergegas menuju rumah duka. “Dari keluarga yang ngabarin. Cuma dikabarkan kalau saudara Kori meninggal. Dari pagi langsung ke sini,” ucap Bayu dengan suara tertahan.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan, sebanyak 23 anggota Korps Marinir TNI AL tertimbun longsor di Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Peristiwa itu terjadi di tengah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama hampir dua hari.
“Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor,” kata KSAL Muhammad Ali, dikutip dari Breaking News Kompas TV, Senin (26/1/2026). Ia menyebut proses pencarian masih terus dilakukan terhadap korban yang belum ditemukan, meski terkendala cuaca dan akses jalan sempit.
KSAL menjelaskan, para prajurit tersebut tengah menjalani latihan pratugas sebagai persiapan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini. “Saat itu hujan lebat hampir dua malam. Kemungkinan itu yang mengakibatkan longsor dan menimpa lokasi latihan,” ujarnya.






