BANDARLAMPUNG – (PeNa), Pengamanan arus mudik dan balik Idul fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Lampung dipastikan berjalan maksimal. Polda Lampung mengerahkan ribuan personel dalam Operasi Ketupat yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyatakan sebanyak 3.742 personel gabungan disiagakan untuk mengawal pergerakan jutaan warga sejak Ramadan hingga puncak arus balik Lebaran.
“Pengamanan kami fokuskan pada langkah preventif dan preemtif, didukung penegakan hukum serta kegiatan kehumasan, agar masyarakat merasa aman dan terlayani,” ujar Irjen Helfi usai Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (17/2/2026).
Dari total kekuatan tersebut, 1.770 personel berasal dari kepolisian. Sisanya merupakan dukungan lintas instansi, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan hingga Basarnas yang turut memperkuat pengamanan.
80 Pos Disiapkan, Bakauheni Jadi Pusat Kendali
Untuk memastikan pelayanan optimal, aparat mendirikan 80 pos di sejumlah titik strategis. Rinciannya 60 pos pengamanan, 20 pos pelayanan, serta satu pos terpadu di Pelabuhan Bakauheni sebagai pusat kendali operasi.
Pengamanan tak hanya difokuskan pada arus lalu lintas. Aparat juga memetakan pengamanan di 3.832 masjid, 2.066 lokasi salat Id, 209 objek wisata, serta simpul transportasi seperti bandara dan stasiun kereta api.
Dalam pemetaan kerawanan, kepolisian mencatat 102 titik jalan rusak dan 45 titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian khusus. Skema rekayasa lalu lintas pun disiapkan menuju kawasan Pelabuhan Bakauheni.
Jika antrean kendaraan melebihi empat kilometer atau masuk kategori zona merah, arus kendaraan akan dialihkan ke delapan rest area tol jalur B maupun sejumlah rumah makan di jalur arteri.
Selain itu, penyaringan kendaraan melalui sistem stiker di buffer zone dan penerapan delay system akan diberlakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di area dermaga penyeberangan.
Polda Lampung memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 17–18 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 24 hingga 28 Maret 2026.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami berkomitmen menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban selama periode Ramadan dan Idulfitri,” tegasnya.






