Abdul Wahab Terbujur Kaku, Polisi Buru Kelompoknya

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Setelah tersangka Abdul Wahab terbujur kaku alias tewas dalam adu tembak dengan petugas, kini polisi terus memburu kelompoknya yang diduga masih berkeliaran.
Perburuan tersebut dikemukakan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. M Barly R, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (09/08/2019).
“Tersangka Abdul Wahab, yang tewas setelah baku tembak dengan petugas, di wilayah Metro, punya kelompok. Oleh sebab itu, kasusnya masih dikembangkan,” kata M Barly R.
Mengenai kronologi baku tembak dan berakibat tewasnya tersangka Abdul Wahab, lanjut M Barly R, setelah baku tembak antara tersangka Abdul Wahab dengan petugas Polres Lampung Tengah, di wilayah Terbanggi Besar, Lampung Tengah, kemudian tersangka meloloskan diri, pada Minggu (04/08/2019) lalu.
Dianggap berbahaya, petugas terus memburu tersangka Abdul Wahab. Sekitar dua hari (Selasa, 06/08/2019) pasca kejadian. Petugas, mendapat informasi, tempat persembunyian tersangka. Sayangnya, saat di lakukan penggerebegkan, tersangka sudah lebih dulu melarikan diri.
“Tidak megenal waktu siang atau malam, petugas terus memburu tersangka menggunakan bukti petunjuk yang ada. Kemarin (Kamis, 08/08/2019), petugas yang mengetahui keberadaannya, Subdit 3 Jatanras Polda Lampung, langsung memback up, untuk penyergapnya,” terangnya.
Perlu diketahui, tambah M Barly R, tersangka Abdul Wahab, telah mempersiapkan diri untuk melawan petugas dengan senjata api dan senjata tajam. Petugas telah mengepung dan memberikan peringatan agar tersangka Abdul Wahab menyerah. Namun, Dia (Abdul Wahab) masih melawan.
“Sesuai dengan prosedur, terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dan akibatnya, tersangka tewas. Oleh petugas, jenazah tersangka Abdul Wahab telah diserahkan ke pihak keluarga yang diwakili oleh Kepala Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nyunyai, Lampung Lampung Tengah,” ungkapnya.
Oleh:obin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *