Akhirnya Listrik PT. PLN Segera Nyala Di Pulau Pahawang 

 

PESAWARAN-(PeNa), Gubernur Lampung Arinal Djunaidi didampingi Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) Pulau Pahawang, di Dusun Kalangan, Desa Pahawang, Pesawaran, Rabu (20/11/2019).

Bacaan Lainnya

Dengan terpasangnya SKLTM ini, Ratio Desa Berlistrik di Provinsi Lampung tahun 2020 optimistis mencapai 100%. Pada tahun 2019 ini rasio tersebut telah tercapai 98,56%.

Menurut Gubernur, Groundbreaking SKLTM ini merupakan sinergi bersama PT. PLN dalam mewujudkan Lampung Terang Berjaya.

“Masih ada sekitar 60 desa yang belum teraliri listrik. Dan di 2019 sudah terselesaikan 40 desa, termasuk Dusun Kalangan dan Pulau Pahawang Induk. Dan dalam waktu dekat akan menambah daya listrik, sehingga di tahun 2020 sudah tidak ada lagi desa yang tidak teraliri listrik,” ujar Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal menjelaskan bahwa daerah Pahawang merupakan kebanggaan dari sisi pariwisata Lampung. Dan ke depannya akan menjadikan wilayah ini menjadi salah satu icon pariwisata Lampung, terlebih daerah ini akan teraliri listrik PLN.

“Kalau nantinya sudah terang, hatinya pun sudah terang. Artinya masyarakat Pahawang harus terbuka dan ramah dengan pengunjung yang datang, baik wisatawan lokal maupun internasional. Selain itu, harus turut menjaga dan memelihara biota laut Pahawang untuk menarik minat para wisatawan ke depannya,” ujarnya.

Gubernur Arinal menuturkan bahwa tugas PLN adalah menerangkan, tetapi perkembangan industri, ekonomi, pariwisata ada di luar PLN.

“Listrik memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Untuk itu, Pemerintah akan terus mendorong percepatan berbagai pembangunan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Lampung, salah satunya dengan menambah energi PLTU yang telah disetujui dan akan terselesaikan dalam waktu 1-2 tahun. Sehingga benar-benar terwujud Lampung Terang Berjaya,” tutur dia.

Selain meningkatkan energi listrik, Gubernur Arinal juga akan membangun dermaga kecil di Pahawang yang akan mendukung pembangunan jalan menuju Dusun Kalangan.

“Satu-satu akan dibangun. Saat ini listrik dulu, kalau ini bagus dan terjaga, maka akan lanjut dengan membangun dermaga kecil. Dalam 2-3 tahun juga akan mendukung pembangunan jalan menuju Dusun Kalangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, sebelum melakukan Groundbreaking, Gubernur Arinal juga meninjau kapal tongkang jenis L City tipe SJP 168 A, yang merupakan Kapal pengoperasian untuk menarik kabel listrik dari Pulau Pahawang ke pulau Kalangan.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Pengembangan Regional Sumatera PT PLN (Persero), Budi Pangestu menjelaskan bahwa 4 tahun lalu Kondisi kelistrikan di Pulau sumatera dan di Lampung masih banyak kekurangan dan mengalami devisit.

“Dan alhamdulillah sekarang kita sudah mempunyai cadangan sekitar 6-10 persen. Tentunya ini akan terus didorong, dan paling tidak cadangan kita dapat diangka 30 persen,” ucap Budi.

Budi menjelaskan saat ini terdapat 385 desa di Sumatera yang belum mendapat listrik dari PLN. “Untuk masyarakat Pahawang yang sampai saat ini masing menggunakan jenset, insya allah kalau SKLMT sudah jadi, maka listrik di Pahawang akan teraliri,” jelasnya.

Pembangunan SKLTM Pahawang ini sepanjang 1,8 Km, terdiri dari empat tahap yaitu produksi dan pengiriman kabel, penggelaran SKLTM, kontruksi jaringan darat, dan pengoperasian. Ditargetkan akhir tahun atau awal Januari 2020 SKLTM ini dapat terselesaikan.

“Apabila ini sudah mulai berjalan dengan baik, maka nantinya akan dikembangkan jalur ke daerah lainnya,” kata Budi.

Menanggapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa Pembangunan SKLTM ini memiliki manfaat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya tarik investor untuk berinvestasi, ikut serta memperbaiki infrastruktur di daerah pembangunan jaringan distribusi tenaga listrik, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Nantnya,dengan adanya listrik di Pulau Wisata Bumi Andan Jejama tersebut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menarik pengunjung atau wisatawan ke spot destinasi wisata laut tersebut, ” kata Dendi Ramadhona.

Dengan demikian, upaya Dendi Ramadhona dan Eriawan (Dermawan) dalam mensejahterakan masyarakat akan segera merata diberbagai wilayah di Kabupaten Pesawaran. Dan, sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Kabupaten Pesawaran dapat dijadikan primadona wisata yang akan diburu wisatawan lokal dan manca negara.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *