Anak Yatim Dan Duafa Jadi Sasaran

PESAWARAN-(PeNa), Banyak anak yatim dan kaum duafa menjadi sasaran santunan di Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah. Pelakunya adalah Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran melalui Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran yang melaksanakan safari ramadhan di Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada, Sabtu (19/5) malam.
Pantauan PeNa, puluhan kaum duafa dibagikan bingkisan sembako yang diberikan langsung oleh Bupati Dendi Ramadhona dan Wakil Bupati Eriawan beserta jajaran sebelum buka puasa dilangsungkan di Balai Desa tersebut. “Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban hidupnya, ” kata Dendi.
Selain bingkisan sembako, Dendi juga menyerahkan bantuan sosial keagamaan untuk Masjid Al-Ikhlas berupa uang tunai Rp5juta dan peralatan masjid tersebut. Kepada anak-anak yatim juga diberikan santunan berupa uang tunai.
 
Setelah santunan diserahkan, terakhir adalah pembagian KTP Elektronik yang dibagikan kepada beberapa warga. “Kita terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, untuk pembuatan KTP elektronik sudah kita lakukan dengan menurunkan tenaga Disdukcapil agar kelapangan jemput bola. Kita laksanakan perekaman photo dan data sekaligus cetak KTPelektronik. Semua agar masyarakat lebih mudah mengurusnya, ” tegas dia.
 
Sementara, bantuan bedah rumah sehat layak huni juga diserahkan secara simbolik senilai Rp16juta. Semua bantuan dan santunan merupakan kerja sama antara Pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran dengan Badan Amal Zakat Nasional (BASNAS)  Kabupaten setempat.
Mewakili BAZNAS Pesawaran, Rohim mengungkapkan bahwa lembaganya bertugas menghimpun dana yang dikumpulkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemda Pesawaran. “Yang kita ambil adalah zakat dari ASN yang memiliki gaji diatas tiga setengah juta perbulan, jadi tidak semua kita kenakan, ” ungkap dia.
Dikatakan, bahwa untuk 2018 telah terkumpul sekitar Rp300juta perbulan.”Dana yang kita himpun sudah mencapai Rp300jutaan  perbulannya. Dan ada sebagian sudah kita berikan sebagai zakat usaha kecil, seperti kita bantu kepada pembuat batu bata di Way Lima,” kata Rohim.
Sayangnya, Rohim belum bisa merinci kemana realisasi pembagian dana zakat tersebut dengan jelas. Ketika dikonfirmasi lebih jauh, Rohim justru mengalihkan pembicaraan dan nampak gagap. “Sebentar ya, saya kesini sebentar, ” kilahnya sambil meninggalkan pertanyaan. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *