Arinal Gunakan Politik Kotor

Bandar Lampung (PeNa)-Kondisi berbanding terbalik terjadi pada Partai golkar Lampung, meski hasil Pilgub Lampung Paslon Arinal-Nunik versi hitung cepat meraih suara terbanyak namun tidak semua kader sepakat akan raihan tersebut, dari informasi yang didapat perolehan tersebut erat kaitannya dengan instruksi tidak lazim yang harus dilakukan sebelum Hari pencoblosan.

”Cara berpolitiknya kotor juga tidak elegan apalagi ada perintah yang tidak biasa yang dilakukan Arinal sebelum pencoblosan,”ungkap barlian Mansyur, Jum’at (6/7).

Sesepuh Golkar Bandar Lampung, Barlian Mansyur justru mengaku kecewa dengan kepimpinan Arinal Djunaidi sebagai Ketua DPD I Lampung serta sejumlah masalah yang terjadi sejak tampuk kepemimpinan Beringin di pegang mantan Sekdaprov bahkan berimbas pada carut marut Pilgub.

Disinggung instruksi lazim, Legislator tiga periode di DPRD Kota Bandar Lampung enggan mengungkapkan namun Ia berjanji beberapa waktu kedepan akan membongkar perintah tidak lazim tersebut.

Jangan sekarang, nanti saya ungkapkan.Intinya saya siap jadi saksi mahkota,”ucapnya.

Kekecewaan Barlian semakin bertambah saat namanya dicoret pada pencalonan Pileg 2019 mendatang, menurutnya Arinal menuduh jika Ia tidak bekerja pada Pilgub lalu, ketika hal itu diotanyakan pada pengurus termasuk Ketua DPD II Kota Bandar Lampung, Yuhadi juga tidak mendapat jawaban.

”Sudah berbagai cara Arinal lalukan tapi coba cek sendiri di TPS tempat Arinal mencoblos saja kalah telak dan kalau soal pencoretan saya di Pileg tetap tidak mendapat jawaban yang relevan bahkan Yuhadi saja enggak bisa ngomong,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *