Arus Balik Turun Drastis, 122 Ribu Orang Tinggalkan Sumatera dalam 32 Jam

Bakauheni – (PeNa), Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa mulai menunjukkan tren melandai. Data Posko Angkutan Lebaran PT ASDP Indonesia Ferry mencatat, dalam periode gabungan 32 jam sejak H+4 (26 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB) hingga H+5 (27 Maret 2026 pukul 00.00–08.00 WIB), total 122.566 penumpang telah menyeberang ke Pulau Jawa.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 103.325 penumpang pada H+4 dan tambahan 19.241 penumpang dalam 8 jam pertama H+5. Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang dalam periode yang sama mencapai 30.684 unit, gabungan dari 26.891 unit di H+4 dan 3.793 unit pada H+5.

Bacaan Lainnya

GM ASDP Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan arus balik masih berlangsung namun intensitasnya mulai menurun seiring distribusi pemudik yang lebih merata.

“Pergerakan arus balik masih berjalan, namun tidak lagi setinggi puncaknya. Ini menunjukkan pola perjalanan masyarakat sudah lebih tersebar,” ujarnya, Jum’at (27/3/2026).

Ia menambahkan, pengaturan operasional kapal dan pelabuhan tetap dioptimalkan untuk menjaga kelancaran.

“Kami tetap mengoperasikan armada secara maksimal agar tidak terjadi penumpukan, meski volume mulai melandai,” kata Partogi.

Lebih dari Separuh Pemudik Sudah Kembali

Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+5, tercatat 518.923 penumpang telah kembali ke Jawa atau sekitar 57% dari total pergerakan mudik sebanyak 913.533 orang. Artinya, masih ada sekitar 43% pemudik yang belum kembali dari Sumatera.

Untuk kendaraan, dari total 213.940 unit saat arus mudik, sebanyak 134.067 unit (63%) telah kembali ke Jawa, sementara 79.873 unit lainnya masih tertahan di Sumatera.

Partogi menyebut, kendaraan pribadi mendominasi arus balik lebih awal dibandingkan kendaraan logistik.

“Kendaraan roda dua dan roda empat mendominasi arus balik lebih dulu, sementara kendaraan logistik masih relatif rendah pergerakannya,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap merencanakan perjalanan dengan baik meski kondisi mulai lengang.

“Kami mengingatkan pengguna jasa agar tetap memanfaatkan tiket online dan datang sesuai jadwal, agar perjalanan tetap lancar dan nyaman,” tutup Partogi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *