Ayah Cabuli Anak Tiri Sejak Kelas VI SD Hingga Kelas II SMA

PESAWARAN-(PeNa), Terlalu bejat, ayah berinisial HZ (50) warga Dusun Negeri Ampai Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan cabuli anak tiri dengan inisial N (16) sejak duduk dibangku kelas VI Sekolah Dasar hingga kelas II SMA. Tidak tahan dengan perlakuan tersebut, ibu kandung bersama pamong desa melapor ke Polres Pesawaran, Senin (16/7).
Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi membenarkan tentang adanya laporan dugaan pencabulan yang dilakukan ayah terhadap anak tirinya. “Ya, benar memang ada laporan soal dugaan pencabulan yang dilakukan ayag tirinya. Sudah saya atensikan untuk segera menangkap terduga pelakunya, ” kata dia.
Menurutnya, saat ini petugas tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut. “Sejak awal adanya kasus tersebut saya sangat atensikan kasus tersebut terhadap anggota. Beberapa waktu lalu, kita mendapatkan informasi dari warga soal keberadaan pelaku.  Anggota Polsek Gedong Tataan dan Polres Pesawaran langsung menuju TKP, namun pelaku sudah melarikan diri,” ujar dia.
Oleh sebab itu, saat ini polisi masih memburu pelaku tersebut. “Yang jelas akan kita kejar terus, saya juga minta jika ada informasi terhadap keberadaan pelaku untuk dapat segera dilaporkan ke Mapolres Pesawaran,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Negeri Sakti Gema Sukmajaya membenarkan adanya peristiwa dugaan pencabulan tersebut. “Ya, pada saat itu saya memang mendapatkan informasi adanya dugaan kasus pencabulan didaerah saya,” ucap dia.
Bahkan, dirinya langsung berada di rumah pelaku di Dusun Negeri Ampai, Desa Negeri Sakti, untuk melakukan penangkapan. “Saya dapat laporan itu, saya langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menuju TKP, dirumah pelaku itu rupanya sudah ramai warga untuk melakukan penggerebekan,” tukasnya.
Namun, dijelaskannya, pada saat akan ditangkap dirumahnya oleh warga, tak ada keluarganya yang berada disitu. “Kita waktu itu mau grebek rumahnya, tapi tidak ada keluarganya makanya kita takut salah, oleh karena itu, kita tunggu keluarganya datang, ketika istri pelaku datang kita masuk kedalam rumah, ternyata didalam rumah itu hanya ada anak tiri pelaku,” jelasnya.
Kemudian, ia pun bersama dengan istri pelaku kekantor polisi untuk melaporkan peristiwa tersebut. “Saya waktu itu langsung laporan ke Polsek Gedong Tataan bersama dengan istri pelaku,” terangnya.
Ia pun menegaskan bahwa, sebenarnya pelaku dan keluarganya bukan warga asli di daerah tersebut. “Mereka itu sebenarnya pendatang, bukan warga asli sini, mereka itu warga Kemiling, dan pelaku itu bekerja di SPBU Kemiling,” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *