LAMPUNG SELATAN – (PeNa), Aksi pencurian sepeda motor di Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, berakhir tragis. Seorang pelaku tewas setelah menjadi sasaran amuk massa usai tertangkap warga, Rabu (3/6/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.15 WIB. Dua pelaku diduga mencuri sepeda motor di kawasan Gang Mangga, Dusun 6. Namun, aksi mereka dipergoki warga hingga memicu pengejaran.
Kapolsek Jati Agung Ipda Muhammad Yani mengatakan kedua pelaku berusaha melarikan diri, tetapi terjatuh dari kendaraan yang digunakan saat kabur.
“Aksi kedua pelaku diketahui warga sehingga langsung dikejar. Saat melarikan diri, keduanya terjatuh dari kendaraan yang digunakan,” kata Yani.
Salah seorang pelaku kemudian berhasil ditangkap warga. Emosi massa yang sudah memuncak membuat pelaku menjadi sasaran pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi.
Sementara itu, seorang pelaku lainnya berhasil lolos dari kepungan warga dan melarikan diri ke arah Jalan Lapas Raya, Dusun 6 Umbul Talam.
Pelaku Kabur Lepaskan Tembakan dan Rampas Motor Warga
Dalam pelariannya, pelaku yang masih buron diduga meletuskan senjata api rakitan sebanyak dua kali ke udara saat berada di depan sebuah warung jus. Tak hanya itu, pelaku juga menodong seorang warga bernama Avil yang sedang membeli minuman.
“Pelaku yang berhasil kabur meletuskan senjata api diduga rakitan ke udara dan menodongkan serta merampas motor NMAX. Setelah merampas kendaraan korban, pelaku kabur ke arah Lapas Way Huwi,” ujar Yani.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Jati Agung bersama anggotanya langsung menuju lokasi kejadian. Saat tiba di tempat kejadian perkara, polisi mendapati pelaku yang ditangkap warga sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Pelaku yang tewas diketahui bernama Muhammad Hafids (24), warga Kelurahan Gunung Haji, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah,” sebutnya.
Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan pemeriksaan. Polisi juga mengamankan sepeda motor Honda Beat yang digunakan para pelaku saat beraksi.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan memburu terhadap satu pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri,” ucap Yani.
Menurut Yani, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Muhammad Hafids. Setelah proses visum selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.






