Bandar Sabu Dibekuk Polisi Tanpa Perlawanan Di Gedong Tataan

PESAWARAN-(PeNa), Satresnarkoba Polres Pesawaran membekuk pelaku yang diduga bandar sabu-sabu di Jalan Pramuka Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan pada Rabu (25/8) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan bahwa jajaran Satresnarkoba, Satlantas dan Satintelkam Polres Pesawaran berhasil mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai bandar narkoba diwilayah hukumnya. Penangkapan dilakukan berdasar LP/A-416/VIII/2018/polda lampung/polres pesawaran,tanggal 15 agustus 2018.
” Sekira jam 17.00 wib bertempat di Jalan Pramuka Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran telah berhasil menangkap 1 orang tersangka menawarkan untuk menjual, menjual, membeli, menerima,menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu sub memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu, ” kata dia,  Kamis (16/8).
Tersangka yang dimaksud adalah atas nama AN (20) warga Dusun Sukaraja II Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. “Saat dilakukan penangkapan oleh petugas, dari tersangka AN tidak ada perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Pesawaran guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ” ujar dia.
Diungkapkan, dari tangan tersangka AN petugas juga mengamankan beberapa bungkus plastik yang diduga berisikan narkoba jenis sabu. “Barang bukti yang berhasil disita 1 (satu) bungkus plastik klip bening yang berisikan 1(satu) bungkus palstik klip bening berisikan kristal yang diduga Narkotika jenis sabu. Lalu,  1 (satu) bungkus plastik klip bening yang berisikan 3 (tiga) bungkus palstik klip bening berisikan kristal yang diduga Narkotika jenis sabu, ” ungkap dia.
Ditegaskan, selain itu diamankankan juga sebagai barang bukti 1 (satu) bungkus plastik klip bening yang berisikan 4 (empat) bungkus palstik klip bening berisikan kristal yang diduga Narkotika jenis sabu. Kemudian, 1 (satu) buah dompet warna biru
Selanjutnya tsk dan bb dilakukan pemeriksaan di ruangan satresnarkoba.
“Dari barang bukti yang berhasil disita, rencananya penyidik akan mengenakan pasal 114,112 Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau mati, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *