Berkat kasus Suap Mustafa, Karir Om L Semakin Melejit

BANDAR LAMPUNG (PeNa)-Paska penetapan tersangka terhadap Bupati Lampung Tengah, Mustafa oleh KPK, karir sang Wakil, Loekman Djoyosoemarto yang tidak lain adik Jaksa Agung kian melejit. Setelah ditetapkan menjadi Plt, mantan Kadisnaker Kota Bandar Lampung itu kini berpeluang menjadi bupati definitif. Tidak hanya itu, Om L sapaan akrab Loekman dijajaran Korp Adhyaksa tersebut kini dipercaya menjabat sebagai Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah.

Penetapannya memimpin partai yang memiliki 9 kursi di DPRD setempat juga merupakan buntut tertangkapnya ketua sebelumnya J Natalis Sinaga oleh KPK atas dugaan kasus suap dikabupaten tersebut. Setali tiga uang, disaat yang bersamaan, Lampung Tengah kehilangan Bupati dan ketua partai gaek yang sudah menjabat anggota DPRD selama lima periode. Sebelumnya, Partai Beringin juga sudah mengeluarkan Surat Keputusan atas Om L untuk menjabat sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Lampung.

Penetapan alumni IIP menjadi Plt Ketua DPC PDIP tersebut menjadi perhatian publik, karena melihat sepak terjangnya didunia politik yang terhitung masih sangat minim. Terlebih, karir Loeman dibangun melalui birokrasi murni.

PDIP dan Golkar merupakan partai mainstream dengan segala bentuk internal intrik sebagai salah satu bentuk konsekuensi politik dengan pengabaian ketentuan partai. Dalam satu kesempatan wawancara dengan beberapa awak media, Loekman sempat berjanji dengan menjunjung tinggi komitmennya untuk memenangkan Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur yang diusung Golkar. Namun belakangan, dengan alasan Partai Beringin yang tidak konsisten, akhirnya Leokman memilih menjadi Plt DPC PDIP Lampung Tengah yang notabene mengusung Herman HN sebagai calon gubernur.

“Kalau dia (Loekman) sudah jadi pengurus partai lain ya otomatis sudah tidak di kita (Golkar) lagi,” ujar Wakil Ketua DPD I PG Lampung, I Made Bagiase. Hengkangnya Loekman tidak menjadi beban bagi Beringin Lampung.

Namun beban justru tersirat pada partai banteng. Dalam Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD PDI Perjuangan Lampung, Watoni berharap jabatan strategis dapat diduduki oleh kader yang benar-benar mempuni. “Ini persoalan politik, kader banyak tapi kembali lagi ini adalah politik. Kalau semangat dari kader sih tidak salah, ingin kader ingin orangnya sendiri tapi kalau dilihat dari kacamata politik itu akan berbeda pada akhirnya. Dinamis dan melihat yang lebih strategis dan bermanfaat,” kata dia.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *