BANDARLAMPUNG – ( PeNa), BMKG Maritim Lampung mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pasang air laut maksimum atau banjir ROB yang diprediksi berlangsung hingga 9 Desember 2025. Peningkatan tinggi muka air laut ini berkaitan dengan fenomena fase Supermoon.
Forcaster BMKG Maritim Lampung, Eka Suci, menjelaskan fenomena itu muncul karena posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.
“Kami mengeluarkan peringatan dini terkait pasang maksimum air laut atau biasa disebut dalam masyarakat ROB. Kami memprediksi akan terjadi mulai besok hingga tanggal 9 Desember 2025 mendatang,” katanya, Selasa (2/12/2025).
Ia menambahkan, faktor utama pemicu kondisi tersebut adalah fase Supermoon yang bertepatan dengan bulan purnama.
“Adapun penyebab terjadi fenomena ini karena adanya fenomena Fase Supermoon atau jarak terdekat bulan ke bumi dan fase bulan purnama khususnya di wilayah Provinsi Lampung,” sambungnya.
Eka menyampaikan bahwa enam wilayah pesisir berpotensi merasakan dampak terbesar dari kenaikan pasang air laut.
“Ada 5 wilayah pesisir, Pesisir Bandar Lampung, Pesisir Pesawaran, Pesisir Tanggamus, Pesisir Timur Lampung, Pesisir Lampung Selatan dan Pesisir Barat Lampung,” jelasnya.
Ia menuturkan, banjir ROB dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat yang tinggal atau bekerja di wilayah pesisir.
“Secara umum ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat,” tuturnya.
Eka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi terbaru mengenai kondisi cuaca melalui situs maupun kanal resmi BMKG.






