Lampung Masuki Puncak Hujan, BPBD Ingatkan Seluruh Kabupaten Waspada Bencana

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Provinsi Lampung kini masuk fase hidrometeorologi basah yang berlangsung sejak 11 Oktober hingga akhir Februari 2026. Pada periode ini, potensi bencana meningkat tajam akibat curah hujan tinggi, angin kencang, hingga ancaman banjir rob di wilayah pesisir.

BPBD Lampung memastikan seluruh jajaran sudah meningkatkan kesiapsiagaan. Penguatan koordinasi, pemantauan cuaca, hingga pengaktifan tim siaga 24 jam dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana di seluruh kabupaten/kota.

Bacaan Lainnya

Humas BPBD Lampung Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya terus bekerja memastikan kesiapsiagaan berjalan maksimal. Ia menegaskan bahwa pola hujan dan potensi cuaca ekstrem harus diantisipasi sejak dini.

“Kami sudah meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat komunikasi bersama semua stakeholder, mengaktifkan piket 24/7, dan terus memantau radar cuaca, pergerakan awan, kecepatan angin, hingga potensi bibit siklon,” kata Wahyu, Rabu (3/12/2025).

Wahyu menjelaskan bahwa ancaman bencana pada periode hidrometeorologi basah cukup beragam. Mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga banjir rob yang dipicu tingginya ombak.

“Potensi bencana meningkat, terutama banjir, longsor, angin kencang, dan banjir rob akibat gelombang tinggi. Semua ini terkait intensitas hujan yang naik signifikan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa enam wilayah pesisir di Lampung menjadi daerah paling rentan terhadap banjir rob. Enam kabupaten/kota itu adalah Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

“Untuk ancaman banjir rob, enam daerah pesisir tersebut memiliki risiko lebih tinggi. Sementara untuk banjir, angin kencang, dan longsor, semua kabupaten/kota di Lampung berpotensi terdampak,” ujar Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan bahwa BPBD Lampung tidak bekerja sendirian. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk menghadapi puncak musim hujan.

“Kami menjalin koordinasi intensif dengan BMKG, TNI-Polri, Basarnas, dan seluruh pihak terkait agar respons bencana bisa cepat dan tepat,” ungkapnya.

Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan dalam mitigasi bencana. Ia meminta warga terus memantau informasi cuaca dan memastikan lingkungan tetap aman saat potensi hujan ekstrem meningkat.

“Kami mengajak masyarakat mengikuti update cuaca dari BMKG, memastikan aliran air di lingkungan tetap lancar, memangkas pohon seperlunya, memperkuat struktur rumah, dan memahami langkah evakuasi saat situasi mengarah ke ancaman bencana,” tutup Wahyu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *