P E S A W A R A N -(PeNa), Hari jadi Kabupaten Pesawaran ke-17 memiliki banyak momentum, diantaranya adalah diperpanjangkannya dua tahun masa jabatan kepala desa. Kemudian, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran yang rencananya dilangsungkan beberapa bulan lagi.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengajak dalam peringatan hari jadi Kabupaten Pesawaran ke-17 Tahun 2024 bukan sekedar seremonial belaka, tapi menjadi tekad untuk dapat bertindak dan beraksi nyata agar tanggap pada tantangan dan perkembangan zaman.
“Mari, kita jadikan momentum hari jadi Kabupaten Pesawaran sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi setiap detik perjuangan dengan karya, prestasi dan kerja produktif demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan yang lebih baik,” kata dia, saat memberikan sambutan pada upacara peringatan HUT Kabupaten Pesawaran di Lapangan Pemkab Pesawaran, Rabu (17/07/2024).
Dikesempatan tersebut, Bupati Dendi Ramadhona juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih jajaran Pemkab Pesawaran. Disebutkan berkat dukungan seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Pesawaran meraih capaian yang membanggakan dan banyak mendapatkan penghargaan yang diperoleh baik dalam skala Provinsi maupun Nasional.
Diantaranya, penghargaan Upakarya Wanua Nugraha oleh Kementerian Dalam Negeri, atas Apresaisi Dalam Pembinaan Kepala Desa Juara Tingkat Regional 2016 dan 2017, Desa Terbaik Kategori Sistem Padat Karya Tunai (PKT) dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi RI tahun 2018.
Kemudian, sambungnya, Penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 3 kali berturut-turut oleh Kementerian Dalam Negeri, sebagai Kabupaten Sangat Inovatif Tahun 2020 s/d 2023, penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari BKKBN Pusat tahun 2018 dan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya (SWK) dari Presiden Republik Indonesia tahun 2022 atas keberhasilan dalam program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di Kabupaten Pesawaran.
Masih kata Bupati, prestasi Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD Tahun 2023 dari BPK RI, dengan prestasi ini Kabupaten Pesawaran berhasil mempertahankan WTP selama 8 kali berturut-turut yang diperoleh dari tahun 2016 s/d 2023, penghargaan Parahita Ekapraya dan Penghargaan Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2021.
“Lalu, Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Tahun 2017 dari Ombudsman RI, Penghargaan Kinerja Insentif Fiskal Kategori “Upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun Anggaran 2023 “ dari Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2023, pengharagaan BAZNAS Award 2024 (Kategori Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik) dari BAZNAS RI tahun 2024,” ujar dia.
Terbaru, Pemkab Pesawaran telah berhasil menurunkan prevalensi stunting juga tingkat kemiskinan dan masih banyak lagi prestasi dan penghargaan yang patut di syukuri dan di banggakan.
“Pemkab Pesawaran juga telah berhasil menurunkan angka stunting sebanyak 10 % dari tahun 2022 sebesar 25,1 % menjadi 15,1 % di tahun 2023 serta menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 1,03 % dan menjadi Kabupaten dengan tingkat penurunan kemiskinan terbanyak dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” tegas dia.
Menanggapinya, Rama Diansyah salah satu Tokoh Adat dengan Gelar Paksi Sejati mengatakan bahwa capaian pembangunan dan prestasi yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Pesawaran di usia yang ke-17 bukanlah hal yang gampang dilakukan.
“Capaian yang disampaikan Bupati Dendi ketika sambutan upacara hari jadi Pesawaran merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Bumi Andan Jejama, bukan pekerjaan yang mudah untuk meraih itu semua. Ditengah pandemi yang lumayan panjang beberapa tahun lalu, kondisi keuangan pemerintah yang begitu sulit namun masih terus berkarya dan terus berupaya,” kata Paksi Sejati yang pernah menjabat anggota dewan tiga kali berturut-turut.
Paksi Sejati yang menjadi salah satu bidan kelahiran Kabupaten Pesawaran juga menegaskan, kondisi keuangan pemerintah daerah yang mengalami defisit tentu sangat mempengaruhi pembangunan Kabupaten Pesawaran dalam mensejahterakan masyarakatnya.
“Sebagai masyarakat tentu sangat memahami, karena memang defisit ini bukan saja di kabupaten tapi juga di provinsi hingga pemerintah pusat. Nah, dengan kondisi keuangan yang tidak menentu tersebut kita semua mestinya terus mendukung dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi sosial dan politik serta keamanan. Sehingga, daerah kita tetap kondusif dan terkendali tidak disibukan dengan gejolak sosial yang tentu merugikan semua pihak,” kata dia.
oleh: Sapto firmansis





