Bupati Dendi Berikan Penghargaan Kepada Istri Wartawan 

PESAWARAN-(PeNa), Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan penghargaan piagam kepada Intan Kesuma Jati yang terpilih mendapat peringkat I Kelompok Kepala Sekolah TK pada pemilihan Guru dan Kepala Sekolah berprestasi di Tingkat Kecamatan 2018, Sabtu (24/11).
Kepala Sekolah TK An Nida Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Intan Kesuma Jati yang juga istri seorang wartawan Erda Kholiq tersebut menerima piagam penghargaan guru TK/SD/SMP Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah berprestasi saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) Ke-73 sekaligus memperingati Hari Guru Nasional di Lapangan Pemda Pesawaran.
Pada kegiatan tersebut, Bupati membacakan amanat Ketua Umum Pengurus Besar PGRI yang bertema Guru sebagai Penggerak Perubahan Dalam Era Revolusi Industri.
“Dengan dijiwai semangat proklamasi 17 Agustus 1945, PGRI lahir di bawah panji perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. PGRI hadir bukan hanya ikut serta memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetapi juga berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, sekaligus berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat guru, ” kata dia.
Dalam era revolusi industri 4.0, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang amat kompleks tetapi menarik. Oleh karena itu, PGRI sebagai organisasi profesi juga ditantang agar mampu menggerakan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan memberikan andil tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi lebih dari itu harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah, pengelolaan program pembangunan di pusat dan di daerah, serta dalam melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan Abad ke 21.
“Dunia hari ini menghadapi fenomena disrupsi seperti lahirnya digitalisasi sistem Pendidikan melalui inovasi aplikasi teknologi seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan Artificial intelligence, ” ujar dia.
Menurutnya, inovasi pembelajaran daring yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung atau berjejaring satu sama lain. “Prinsip ini menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif, ” tambahnya.
Sedangkan mesin kecerdasan buatan, dirancang untuk melakukan pekerjaan spesifik untuk membantu tugas-tugas keseharian manusia. Di bidang pendidikan, artificial intelligence membantu pembelajaran secara individual, yang mampu melakukan pencarian informasi dan menyajikannya dengan cepat, akurat, dan interaktif.
 “Inilah yang menandai revolusi industri 4.0 khususnya di bidang pendidikan, ” tegas dia.
Guru memiliki peran penting dalam kontekstualisasi informasi serta bimbingan terhadap peserta didik dalam praktis diskusi daring. “Guru sulit bersaing dengan mesin, yang jauh lebih cerdas, lebih cepat dan lebih efektif dalam pencarian informasi dan pengetahuan. Karena itu para guru perlu mengubah cara mengajar dari yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran multi-stimulan agar lebih menyenangkan dan menarik, ” paparnya.
Demikian juga peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin.
“Merespon tantangan di era industri 4.0 ini, PGRI menginisiasi lahirnya PGRI Smart Learning and Character Center yang merupakan pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi pofesional dan pengembangan karakter guru sesuai kebutuhan zamannya, ” urainya.
Demikian cuplikan amanat yang dibacakan Bupati Dendi Ramadhona ditengah para guru se-Kabupaten Pesawaran didepan kantornya. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *