PESAWARAN-(PeNa), Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjenguk korban penusukan Mursalin (55) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek,Rabu (23/10/2019).
Korban penusukan tersebut menjadi korban perseteruan antara pendukung calon kepala desa saat penghitungan suarat suara pada pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Banjar Negeri Kecamatan Way Lima, Senin (21/10/2019) lalu.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian menerima dua laporan masyarakat dari warga desa yang dimaksud. Pertama terkait dugaan tindak pidana penganiayaan kepada panitia dan kedua soal penusukan yang menimbulkan korban harus menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek setelah luka pada perut sebanyak tiga lobang hingga mengenai usus dan paru-parunya.
“Ya,beberapa saksi sudah kita mintai keterangan. Untuk laporan dugaan tindak pidana penganiayaan, petugas sudah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat. Namun, untuk pelaku penusukan masih kita buru dan identitasnya sudah diketahui. Mudah-mudahan tidak lama lagi dapat diamankan,” kata Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro.

Popon menuturkan, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban Mursalin merupakan pendatang dan merupakan keluarga salah seorang calon kades.
”Untuk motif dari peristiwa penusukan, hasil pemeriksaan sementara oleh penyidik bahwa hal tersebut hanya keributan antar pendukung saja. Dua kasus ini tidak memiliki kaitan. Pelaku pemukulan terhadap panitia kasusnya sendiri dan pelaku penusukan juga sendiri. Apapun ceritanya, bertanggung jawab itu penting. Sudah berani melakukan, harus berani juga bertanggung jawab,” tutur dia.
Oleh: sapto firmansis






