Bupati Pesawaran Janjikan Payung Hukum Lindungi Bidan

PESAWARAN-(PeNa), Soal perlindungan dan kesejahteraan para Bidan dalam menjalankan tugas, Bupati Dendi Ramadhona menjanjikan segera membuat payung hukumnya. Demikian disampaikan saat pembukaan seminar sehari pada HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI)  ke-67 di Islamic Centre Pesawaran, Selasa (24/7).
Menurutnya, dalam menjalankan tugas kesehariannya para bidan sering keluar dari tugas pokok namun masih pada toleransi dan tidak menyimpang dari kode etik profesi.
“Bidan sering keluar dari tugas pokok, namun yang bersifat positif. Kita sering lihat, Bidan melakukan pelayanan kesehatan pada orang sakit dan korban kecelakaan. Tapi tidak apa-apa, nanti kita buat payung hukum untuk Bidan. Tentunya, ini juga berkaitan dengan insentif yang diterima oleh Bidan, ” kata dia.
Menurutnya, konstruksi payung hukum untuk Bidan telah disiapkan hanya masih menunggu pemantapan.
“Sudah kita siapkan payung hukumnya, hanya masih memerlukan pemantapan dan pembahasan atau mungkin revisi jika diperlukan. Ini penting, guna memberikan kepastian kesejahteraan dan perlindungan Bidan dalam menjalankan tugas mulianya agar sesuai SOP, ” ujar dia.
Dendi juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini akan memfasilitasi untuk peningkatan keahlian tenaga Bidan.
“Sekarang kan kalau Bidan mau punya dan perpanjangan STR, syaratnya harus ikut Midwifery Update (MU), makanya untuk tahun ini (2018) kami akan bantu untuk biayanya, tapi tidak seluruhnya,” ungkap dia.
Pada kegiatan tersebut, Ketua PD IBI Provinsi Lampung Risnaeni mengatakan soal upaya untuk memberikan insentif kepada TKS Bidan.
“Sebelumnya kami dari PD IBI Provinsi Lampung sudah pernah mengusulkan kepada Pemprov Lampung, tapi memang sampai sekarang belum bisa terealisasi, makanya kalau bisa Pemda Pesawaran bisa merealisasikan hal itu,” kata dia.
Selain itu, lanjutnya, tenaga bidan saat ini juga dituntut untuk bisa terus mengupdate keahlian dan kemampuannya.
“Sekarang syarat untuk dapat STR itu, bidan harus ikut Diklat yang namanya Midwifery Update, nah kalau bidan yang tidak punya STR tidak boleh melakukan tugasnya, salah satunya adalah pemberian imunisasi terhadap masyarakat,” lanjutnya.
Melengkapi, Ketua IBI Kabupaten Pesawaran Pri Ariyani menegaskan bahwa, saat ini masih ada puluhan Bidan yang masih berstatus sebagai TKS.
“Di Kabupaten Pesawaran saat ini ada 97 orang Bidan yang berstatus sebagai TKS. Dan anggota IBI Kabupaten Pesawaran ada sebanyak 500 orang, yang tersebar di 12 ranting di Kabupaten Pesawaran,” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *