BANDARLAMPUNG – (PeNa), Motif pembunuhan tragis yang menewaskan Siska, wanita asal Panjang, akhirnya terungkap. Pelaku, Riduan, menghabisi nyawa kekasihnya karena diliputi api cemburu.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengatakan pelaku kalap usai mendapati korban berboncengan dengan pria lain. Padahal Riduan ingin serius menikahi korban.
“Setelah membunuh, korban sempat jatuh di pangkuan pelaku. Karena masih emosi, pelaku menghisap darah korban dari luka di lehernya,” ungkap Tilukay, Selasa (5/8/2025).
Menurut Kapolresta, pelaku membawa sebilah celurit saat kejadian. Namun sempat terjadi perebutan senjata hingga tangan pelaku terluka akibat perlawanan korban.
“Korban masih sempat melawan sebelum akhirnya jatuh tertelungkup. Kami terus mendalami apakah ini masuk kategori pembunuhan berencana,” ujar Tilukay.
Ia menambahkan, celurit yang digunakan pelaku disebut sebagai alat mencari rumput. Pertemuan di mess juga disebut sering terjadi sebelumnya.
“Jadi keterangan masih kami kumpulkan dan akan kami cocokkan dengan alat bukti lainnya untuk menentukan pasal yang tepat,” jelas Tilukay.
Tersangka akan di jerat dengan pasal 338 subsider Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. sementara untuk dugaan pembunuhan berencana masih didalami Polisi.
Hubungan Asmara Berujung Maut
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Faria Arista, menjelaskan kasus ini bermula dari hubungan asmara antara dua insan yang sudah menjalin cinta selama satu tahun.
“Mereka ini duda dan janda. Pelaku ingin menikah, namun korban menolak. Saat tahu korban bersama pria lain, pelaku emosi,” kata Faria.
Menurutnya, pelaku terbakar cemburu karena sempat memergoki korban dibonceng pria lain. Pertemuan di mess pun berujung adu mulut dan pembunuhan.
“Pelaku lantas meminta korban bertemu di mess. Cekcok terjadi, lalu pelaku menyerang korban dengan celurit hingga tewas bersimbah darah,” tegasnya.
Kronologi Pembunuhan di Mess Bulog
Peristiwa menggegerkan ini terjadi di mess gudang Bulog, Jalan Soekarno Hatta, Bypass, Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Senin pagi (4/8/2025).
Korban, Siska, ditemukan tewas bersimbah darah oleh saksi bernama Evi. Ia merupakan rekan kerja pelaku yang juga tinggal di sekitar mess.
“Saya disuruh telpon ambulans. Tapi waktu masuk, korban sudah tergeletak. Lehernya luka kena arit,” ujar Evi saat ditemui di lokasi.
Usai kejadian, Riduan kemudian menyerahkan diri ke Polsek Sukarame dengan pakaian masih berlumuran darah. Sementara celurit dibuang saat pelarian.
Pantauan di lokasi, warga berkerumun di depan gudang Bulog usai mendengar kabar pembunuhan yang diduga dilatarbelakangi kisah cinta kandas tersebut.






