PESAWARAN-(PeNa), Menghadapi musim tanam pada cuaca ekstrim, petani dihimbau ikut asuransi agar tidak merugi. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran Anca Martha Utama diruang kerjanya, Selasa (07/01/2020).
Menurutnya, sedikitnya 14 ribu hektar lahan pertanian tercatat di Bumi Andan Jejama dan sekarang sudah masuk musim tanam. Karenanya, situasi alam yang berubah-ubah tidak dapat dijadikan pedoman para petani dalam melakukan aktifitasnya.
“Musim tanam kali ini curah hujan cukup lebat dan intensitasnya tinggi karenanya petani harus bersiap dengan mengasuransikan pertaniannya agar tidak merugi ketika mengalami gagal panen,” kata Anca.
Langkah tersebut dianggap penting dan tepat, mengingat pada musim panca roba nantinya juga diperkirakan banyak persoalan petani terkait serangan hama.
“Pesawaran mendapat subsidi asuransi hanya 2000 hektar dar Kementrian Pertanian atau Kementan. Dan, Kementan mensubsidi asuransi petani dari seharusnya membayar 186ribu rupiah kini petani hanya bayar 36 rupiah perhektar persekali tanam, ” tutur dia.
Ia juga menekankan, para petani yang akan daftar masuk asuransi bisa langsung melalui website atau secara online. Namun, manakala petani tidak bisa mengakses hal tersebut juga bisa berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat.
“Silahkan petani daftar asuransi, bisa langsung kok melalui online atau kalau memang tidak bisa ya akan dibantu dengan koordinasi ke PPL setempat dan ingat, bayarnya langsung ke Bank bukan ke petugas PPL ya, ” ujar dia.
Catatan sementara, para petani di Kabupaten Pesawaran masih banyak yang enggan ikut asuransi meski kegunaannya menguntungkan petani sendiri.
“Gak banyak yang tidak ikut asuransi, karena banyak petani penggarap. Namun kalau petani pemilik sendiri rata rata masuk asuransi. Dan, nampaknya petani banyak berharap akan melakukan tanam dua kali, karena memprediksi musim hujan akan panjang, ” urainya.
“Hati-hati, setelah musim hujan ini diperkirakan banyak serangan hama. Kalau serangan hama masih sedikit masih tanggungjawab petani, kalau sudah banyak maka akan menjadi bagian pemerintah terkait pengendalian hamanya. Karena bencana banjir dan hama kerap dialami pada musim hujan dan pascanya,” imbuhnya.

Diketahui, irigasi Way Padang Ratu I Desa Padang Kecamatan Gedong Tataan kondisinya sudah tertutup oleh sedimen yang rata dengan pintu air sehingga air tidak bisa lagi dikendalikan. Kondisi tersebut berpotensi banjir pada lahan pertanian dan perumahan warga disekitarnya.
“Irigasi tersebut masuk wilayah Balai Besar Mesuji-Way Sekampung (BBMWS), dan sudah pernah dilaporkan ke Tim Upaya Khusus (Upsus) Kementerian Pertanian serta telah diperiksa oleh mereka yang kemudian dilanjutkan dilaporkan kepada kementrian PU,” ucap Anca.
Menghadapi musim hujan, Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran sudah mempersiapkan Cadangan Benih Daerah (CBD) dan mesin pompa air guna memompa air banjir di sawah.
“Benih ini akan diberikan petani ketika terjadi bencana alam agar petani dapat menanam kembali. Lalu, mesin pompa dipersiapkan untuk memompa air yang menggenang di sawah ketika terkena banjir,” kata dia.
Oleh: sapto firmansis






