Dampak Kemarau, TNI Amankan Pintu Air

LAMPUNG (PeNa)- Sebanyak 10 personil TNI diterjunkan untuk mengamankan sejumlah titik pintu air. Pengarahan aparat tersebut untuk mengantisipasi pengrusakan pintu air ditengah musim kemarau mengingat ketersediaan air di jaringan irigasi mulai terbatas.

Kepala UPTD Dinas Pengairan Provinsi Lampung, Yeni Rianto mengaku keterbatasan ili ili atau penjaga pintu air menjadi alasan utama selain banyaknya pengrusakan pintu air oleh petani sendiri.

“Banyak pengrusakan yang tidak dapat ditangani ili-ili mengingat yang merusak adalah petani sendiri agar sawahnya mendapat suplay air. Pada hal, pengaturan jadwal air sudah ditetapkan,” kata dia.

Yeni mengaku, jika pengrusakan pintu air oleh petani adalah satu hal yang wajar mengingat ketersedian air dijaringan teknis maupun hujan tidak mendukung ladang persawahan. Namun kondisi debit air yang minim dari tingkat hulu membuat penjatahan air dibatasi.

“Tapi tidak serta merta melegalkan meraka merusak pintu air. Maka dari itu kita menerjunkan beberapa aparat TNI untuk melakukan penjagaan,” kata dia.

Penggunaan aparat TNI merupakan tindak lanjut dari MoU antara Kementrian Pertanian dengan TNI AD untuk menopang dan meningkatkan hasil panen. Tidak hanya untuk penjagaan pintu air, TNI juga diterjunkan untuk melakukan penyuluhan pertanian.

“Banyak hal turunan dari MoU tersebut, salah satunya ya ini (menjaga pintu air),” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Koramil 411-07/Punggur Dpp.Serma Joko Pramono, bersama 9 anggota lainnya mengaku mendapat tugas untuk mengamankan dan pengecekan bendungan saluran irigasi dalam rangka gilir tutup di mulai dari BPU.8 sampai dengan BPU.15. “Kami lakukan sebaik mungkin karena ini juga adalah tugas negara,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *