Lampung Tengah (PeNa)-Eksploitasi agama kembali dilakukan Tim Pasangan Calon (paslon) nomor urut tiga Arinal-Nunik, jika sebelumnya dalam pers release Bawaslu ada dugaan serupa yang dilakukan oleh relawan Paslon nomor urut dua Herman –Sutono, dari temuan Panwaslu Lampung Tengah (Lamteng) Ketua Nahdatul Ulama (NU) Lamteng Imam Suhadi diduga melanggar PKPU nomor 04 tahun 2017 karena membagikan atribut kampanye diluar dari jadwal yang di tetapkan.
Edwin Koordinator Panwas setempat mengungkapkan jika Imam Suhadi membawa atribut berupa kalender, kaos dengan mengendarai mobil Pajero berwarna putih dan media kampanye itu dibagikan usai acara peringatan Hari Lahir Nu ke 93 di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Anak Tuha,Minggu (10/03) lalu.
“Benar Ketua NU Lamteng Imam Suhadi dan itu sudah kita konfirmasi ke beliau ,kalender dan kaos dibagikan setelah acara pengajian usai,”jelas Edwin, Jumat (16/3/2018).
Dugaan pelanggaran itu sambung Edwin, telaj mereka rekomendasikan ke KPU setempat agar dikenakan sanksi, pasalnya Imam Suhadi membagikannya di luar dari jadwal kampanye sebagaimana yang diatur dalam PKPU nomor 04 tahun 2017.
“Kita sudah rekomendasikan KPU untuk memberikan surat teguran keras. Tadi suratnya kita sampaikan ke KPU,” katanya.
Diketahui dalam Harlah NU, Imam Suhadi didapuk menjadi penceramah dan usai acara ada pembagian atribut berupa kaos dan kalender yang bergambar pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim. Para jemaah pengajian berebut untuk mendapatkan kalender dan baju kaos yang ditempatkan di mobil Pajero putih yang diduga milik Imam Suhadi.
Terpisah, Imam Suhadi mengakui jika kendaraan roda empat yang memuat alat peraga itu miliknya namun Tokoh Agama itu berdalih jika pembagian tersebut bukan bentuk kampanye dengan alasan ia bukan tim sukses salah satu Paslon
“Di mobil saya memang ada atribut paslon nomor uruut tiga tapi sedikit, karena ada yang minta ya saya kasihkan saja, tapi saya tidak ngomong di atas panggung agar memilih Paslon nomor tiga. Selama saya memberi ceramah tidak satu pun bahasannya kearah sana. Cuma kebetulan saja selesai acara ada pembagian atribut,”bantahnya.






