PESAWARAN-(PeNa), Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenmbangcam) digelar di Balai Desa Sindang Garut Kecamatan Way Lima,Senin (11/03).
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa Kecamatan Way Lima ditargetkan menjadi lintas ibu kota.
“Kita mencoba mengalihkan alur lalu lintas melalui Kecamatan Way Lima, baik dari arah Branti, Lampung Barat maupun dari arah Lampung Tengah. Kita buat pusat ekonomi kreatif dengan destinasi wisata yang memang masih harus digali, ” kata dia.
Dijelaskan, kedepan akan dilakukan pengamatan dan tindakkan lebih serius guna mengantisipasi bencana banjir.
“Sebelumnya tidak banjir, walaupun hujan lebat tidak banjir. Namun sepertinya setelah di daerah sebelah dibangun bendungan kok kita sekarang banjir terus, nanti kita koordinasikan dengan pemerintah pusat. Langkah awal, kita juga sudah bersurat ke Balai Besar yang membangun beberapa bendungan tersebut, ” jelas dia.
Kedepan, lanjutnya, infrastruktur di Kecamatan Way Lima memang menjadi prioritas. Hanya saja, kondisi alam yang memang banyak berkontribusi mempercepat kerusakan jalan.
“Tetap, untuk infrastrukur kita akan fokuskan. Untuk itu, desa dalam menyerap Dana Desa juga harus searah dengan pembangunan pemda. Sehingga bisa lebih cepat dalam proses pembangunan didaerahnya masing-masing, ” terang dia.
Sementara itu, Camat Way Lima Syukur Syaliak mengaku bahwa ditahun anggaran 2018 wilayahnya menerima 56 Milyar rupiah untuk pembangunan.
“Anggaran tersebut sudah diserap guna pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia dan kegiatan sosial budaya di masing-masing desa di Kecamatan Way Lima, ” kata dia.
Menurutnya, untuk usulan pada musrenmbang 2019 wilayahnya masih fokus pada peningkatan infrastrukur.
“Untuk tahun yang akan datang, masih kita butuhkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur selain juga peningkatan sumber daya manusia dan sosial budaya, ” tegas dia. PeNa-spt.






