
BANDARLAMPUNG-(PeNa), Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat,Margono diminta mundur oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo. Permintaan tersebut dengan dasar keterlibatannya pada pemilihan kepala daerah (Pemilukada) dan tim sukses.
Demikian dikatakan Yosep Adi Prasetyo didepan insan pers pada kegiatan workshop yang digelarnya di Hotel Emersia, Selasa (3/10).”Kepada Ketua PWI Pusat,Margono nanti akan kita minta mundur. Sehari dua hari ini,rencananya saya akan ketemu dan mencoba akan menyampaikan melalui omongan. Karena,kebetulan saya kenal baik dan cukup dekat,” kata Yosep.
Permintaan mundur kepada ketua PWI Pusat tersebut, karena yang bersangkutan dianggap terlibat soal pemilukada.”Beliau itu akan maju menjadi kepala daerah dengan didukung oleh delapan partai di salah satu daerah di Jawa. Selain itu, dia juga menjadi tim sukses salah satu calon kandidat di Lampung,” ujar dia.
Dijelaskan Yosep, jika wartawan melibatkan diri pada kegiatan partai lalu mencalonkan diri menjadi legislatif maupun kepala daerah dan atau menjadi tim sukses salah satu kandidat maka harus mundur.”Ya konsekuensinya mundur,jika ada wartawan yang menjadi tim sukses atau melibatkan diri pada pemilukada. Apalagi dia menjadi kandidat legislatif,maka yang bersangkutan harus mundur,” jelas dia.
Yosep pun menegaskan bahwa ketika permintaan mundur pada Ketua PWI Pusat melalui omongan tidak di gubris,maka Dewan Pers akan membuat surat
“Kita upayakan melalui omongan terlebih dahulu,nanti jika tidak digubris ya terpaksa Dewan Pers akan membuat surat kapada yang bersangkutan. Tapi,mudah-mudahan Margono bisa mengerti. Karena PWI merupakan organisasi besar dan harus mengikuti aturan yang telah disepakati agar netralitas tetap terjaga,” tegas dia. PeNa-spt.






