PESAWARAN-(PeNa), Hanya dengan Rp10ribu, pengunjung dimanjakan makan buah jeruk dengan pilih sendiri di Kebun Jeruk Agrowisata di Desa Sungailangka Kecamatan Gedong Tataan.
Lokasi agrowisata dengan tanaman jeruk manis jenis chokun dari Thailand tersebut diinisiasi oleh pasangan suami istri berdarah petani kebun yakni Limin Santoso dan Reri Sundari.

“Ya, kami coba menanam buah jeruk ini karena tanaman coklat yang semula kita tanam lebih banyak merugi atau tidak sesuai dengan biaya perawatan tanaman tersebut, ” kata Limin Santoso didampingi istrinya saat di Kebun Agrowisata miliknya, Rabu (24/07).
Tanaman buah jeruk tersebut ditanam di 2015 lalu dilahan seluas 3 Hektar dan sekarang sudah memasuki panen kedua setelah masa belajar panen dilalui. Hasil panennya dijual dengan harga Rp15ribu/kilogram.
“Kendala pada tanaman jeruk ini lebih ringan dibandingkan tanaman coklat, selain mudah perawatannya juga harga jual hasil tanamnya lebih menguntungkan. Satu pohon bisa menghasilkan sedikitnya sepuluh kilogran buah jeruk perminggu dan terus berbuah,” ujar dia.
Limin yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Marga Jaya beralih ke tanaman buah jeruk tanpa pendampingan dari pemerintah daerah setempat.
“Kalau komunikasi atau pendampingan dari pemerintah setempat tidak pernah ada, namun demikian kami sangat berharap pemerintah daerah dapat menangkap potensi masyarakat Desa Sungailangka dengan branded sebagai Desa Agrowisata. Sangat kami tunggu dan harapkan hadirnya dinas terkait untuk dapat membudidayakan tanaman buah jeruk di kecamatan lain, ” ucap dia.
Limin juga memiliki cita-cita menanam buah durian, buah kelengkeng, jambu kristal dan apel di wilayah perkebunan masyarakat Desa Sungailangka.
“Pemerintah daerah,kalau bisa membangun insfrastruktur seperti jalan raya menuju Desa Sungailangka dibuat bagus dan lebar pasti akan mempermudah pengunjung datang. Sekarang saja sudah lumayan banyak,tapi ya itu mereka mengeluhkan akses jalan yang rusak. Padahal mereka banyak dari luar daerah, ini tentu bisa menjadi perhatian Bupati atau instansi terkait. Misalnya, dinas pariwisata dan dinas pertanian,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






