Disdik Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Plesiran

Bandar Lampung (PeNa)- DPRD Lampung menyesalkan plesiran 60 Kepala Sekolah ke  Malaysia-Singapura,pasalnya jika hanya untuk meningkatkan kompetensi SMK tidak harus ke luar negeri karena masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang bisa dilakukan untuk studi banding.

“Kalau untuk meningkatkan kompetensi banyak  SMK di Indoensia  yang juga tidak kalah dari luar. Mungkin ada alasan lain, mengapa  mereka harus sampai studi banding ke luar negri. Yang terpenting bagi kita,  alasan mereka kesana benar-benar  untuk pendidikan, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh disdik,” tegas Wakil Ketua DPRD Lampung Ismet Roni, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (31/1).

Dia mengatakan, tujuan Kepsek dan Disdik Lampung melakukan perjalanan ke luar negeri tidak menjadi persoalan jika hal itu bertujuan untuk memajukan dunia pendidikan.

“Tidak masalah, kalau memang tujuan untuk pendidikan,  harus ada output, bukan plesiran, atau jalan jalan. Kalau dananya pakai pribadi   artinya bagus, tidak membebankan anggaran daerah,” kata Politisi Golkar.

Disinggung alokasi anggaran Ismet menegaskan jika perjalanan menggunakan dana APBD harus ada pertanggungjawabannya dan pihaknya merasa perlu memanggil Sulpakar selaku Kepala Dinas melalui Komisi V.

“Kalau  pakai dana APBD artinya harus ada pertanggungjawaban,  itu wewenang komisi V  menindaklanjutinya,  apakah perlu  memanggil disdik, untuk mempertanyakan itu,” jelas Ismet.

Sementara Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Lampung, Djumadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon meski dalam kondisi aktif tidak menjawab.

yang dihubungi tribun  melalui ponselnya untuk diminta komentarnya  terkait keberangkatan para kepala SMK ponselnya tidak diangkat meskipun aktif.

Sebelumnya diberitakan keberangkatan 60 Kepala Sekolah (Kepsek) SMK se-Bandar Lampung diduga tanpa izin dari Gubernur Lampung. Meski Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) telah mengetahui kegiatan yang menggunakan dana pribadi tersebut akan tetapi hanya secara lisan dan dkuat dugaan Dinas Pendidikan (Disdik) tidak mengajukan izin tertulis.

“ Kalau kegiatan tersebut saya sudah tahu, karena memang pernah ada komunikasi terkait kegiatan edukasi itu,”jelas Hamartoni Ahadis saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (30/1).

Disinggung izin tertulis dari Dinas Pendidikan (Disdik) Ia mengatakan akan melakukan crosscheck terlebih dahulu.

“Mungkin sudah tapi coba saya cek terlebih dahulu,”singkatnya.

Disdik Lampung diam-diam memberangkatkan 60 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bandar Lampung ke Singapura.

Pemberangkatan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor GA 083 dengan tanggal penerbangan 25 Januari 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar menjelaskan, keberangkatan puluhan kepala sekolah SMK se-Bandar Lampung itu dalam rangka penyesuaian kurikulum kejuruan dengan industri.

“Mereka berangkat dalam rangka Macthing Competency Development atau Penyelarasan dan Pengembangan Kejuruan di SMK dengan Industri,” kata Sulpakar kepada wartawan, Selasa (29/1).

Disinggung mengenai alokasi anggaran yang digunakan, Sulpakar menjelaskan jika kegiatan itu menggunakan dana pribadi Kepsek.

“Ada yang salah apa, kalau ada yang mau berusaha memajukan pendidikan ya kita dukung,”terangnya.

Sulpakar menambahkan, kepergian itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kepala sekolah SMK untuk menciptakan lulusan tingkat kejuruan yang mampu bersaing dalam pasar bebas Asean.

“Selain itu memberikan wawasan juga kepada kepala SMK untuk penyesuaian lulusan SMK untuk bisa bekerja di pasar bebas Asean,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *