Bandar Lampung – (PeNa), Penarikan satu unit Mitsubishi Pajero berujung kisruh di Mapolda Lampung. Mobil kredit macet itu dipasang plat nomor palsu, perdebatan memanas, hingga akhirnya berujung saling lapor antara pengguna kendaraan dan debt collector (DC).
Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan membenarkan laporan sudah diterima. Polisi juga mengamankan mobil sebagai barang bukti.
“Benar, LP tersebut ditangani Ditreskrimum Polda Lampung. Kami sudah periksa empat orang saksi,” kata Indra, Rabu (1/10/2025).
Kisruh bermula pada Jumat (26/9) di Masjid Airan Raya, Lampung Selatan. Saat itu terjadi perdebatan antara anggota Polri yang menggunakan mobil dan petugas penarikan. Mobil lalu dibawa ke Polda untuk dimediasi.
“Sudah dimediasi tapi tidak ada titik temu,” ujarnya.
Karena buntu, pemegang mobil bernama Ivin meninggalkan Pajero itu di parkiran Mapolda dalam keadaan terkunci. Dua hari kemudian, pelapor datang lagi untuk mengambil mobil, tapi tak bisa menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.
Ivin kemudian melapor ke polisi dengan dugaan pemerasan sesuai Pasal 368 KUHP. Dari hasil penelusuran, mobil tersebut milik PT B, dipinjamkan berantai dari I ke U lalu ke E, anggota Polri.
“Pemiliknya PT B, kemudian dipinjamkan dan terakhir digunakan E,” terang Indra.
Fakta lain, Pajero tersebut sudah menunggak angsuran 18 bulan.
“Masyarakat kami imbau melapor ke Polda jika menghadapi kasus serupa,” tambahnya.
Sementara itu, pihak DC berinisial AS membantah melakukan perampasan. Ia menegaskan penarikan dilakukan sesuai aturan dan surat resmi dari BCA Finance.
“Unit ini atas nama Nurfadilah, menunggak 18 bulan. Penarikan sesuai SOP dengan surat perintah dari BCA Finance,” tegas AS.
Meski surat ditunjukkan, pengguna mobil tetap bersikeras. AS mengungkapkan mobil itu juga memakai plat palsu A 774 R saat kejadian, bukan nomor asli BE 88 NF.
“E mengaku dapat mobil itu dengan cara gadai Rp400 juta dari kerabatnya,” ungkapnya.
Kasus kini ditangani Ditreskrimum Polda Lampung. Polisi masih mendalami kepemilikan kendaraan dan dugaan pidana pemerasan di balik drama Pajero ini.






