P R I N G S E W U -(PeNa), Terkait adanya temuan dugaan praktik tindak pidana korupsi pada sejumlah proyek pembangunan gedung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Ali Subagyo memilih bungkam dan tidak mau dikonfirmasi.
Dugaan praktik tindak pidana korupsi tersebut menguat pada proyek pembangunan gedung penambahan ruangan Puskesmas Banyumas yang menghabiskan anggaran Rp.1.196.331.168,49,- dan pembangunan relokasi gedung Laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kabupaten Pringsewu senilai Rp.11.147.680.000,00,- tahun anggaran 2025 melalui dana APBD setempat .
Pada pembangunan relokasi gedung Laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kabupaten Pringsewu, juga menghabiskan Rp.253.842.015,00,- untuk pembayaran jasa konsultasi badan usaha konstruksi atau konsultan pada proyek yang dimaksud.
“Kalau kualitas bangunan bisa dilihat sendiri, tapi memang dari awal sudah banyak disoal namun tetap berjalan pekerjaannya. Nah, tentang uang dua ratus lima puluh tiga juta buat konsultan juga informasinya tidak jelas,” kata salah satu pegawai yang meminta jangan disebut namanya, Rabu (05/08/2026).
Kemudian, pada proyek pembangunan gedung penambahan ruangan Puskesmas Banyumas yang menghabiskan anggaran Rp.1.196.331.168,49 pun dikeluhkan karena sudah bocor dan retak pada dinding.
“Ya gedungnya itu (sambil menunjuk), sudah selesai, kami tidak tahu soal hal hal lain karena itu dinas yang menangani. Kami hanya menerima dan sudah digunakan untuk pelayanan,” kata Hetty Endang.
Ia menuturkan, bahwa ada beberapa persoalan ketika gedung yang dimaksud telah selesai dibangun.
“Kemarin ada yang bocor, tapi kami sudah laporkan dan sudah ditambal pakai nodrop (cat pelapis anti bocor). Ya kondisinya bisa dilihat sendirilah,silahkan,” tutur dia.
Penelusuran dilokasi, selain ada yang bocor, keramik lantai atas juga sudah mulai renggang bahkan pada lantai bawah sudah ada yang rusak. Ujung atap pada bangunan samping juga menimbulkan banjir karena pada gedung baru tidak dibuat rapat ataupun dak talang untuk pembuangan air ketika turun hujan.
Anehnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Ali Subagyo masih bungkam dan tidak dapat menanggapi terkait persoalan tersebut. Ditemui dikantornya juga sulit, dan meski nomor pada handphonenya pada kondisi aktif namun tidak mau merespon saat dikonfirmasi.






