BANDARLAMPUNG – Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang pemenangan pemilu Endo S Yahman, menyebutkan, sebagai partai ideologis, PDI Perjuangan harus tetap fokus mendapatkan dukungan rakyat.
Untuk itu, Lanjut Endro S Yaman, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) kader adalah untuk mempersiapkan anggota PDI Perjuangan menjadi kader partai yang memahami, meyakini dan menjalankan ideologi partai sebagai metode berfikir serta pedoman dalam bertindak dan melaksanakan tugas yang dibebankan partai.
“Selain itu, juga bertujuan agar PDI Perjuangn menghasilkan kader yang memiliki pengetahuan, kesadaran politik berpartai dalam membantu menyelesaikan persoalan rakyat,” Ujar Anggota DPR RI Komisi II, Rabu (22/12/2021).
Dia menyebutkan setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 3 hari, diharapkan dapat menghasilkan output kader PDI Perjuangan yang kembali ke masyarakat akan bekerja “memperbesar tenaga kaum Marhaen (rakyat kecil)” yang saat ini banyak belum diuntungkan dengan sistem politik dan situasi saat ini.
Hal ini sejalan dengan pikiran dan pidato Bung Karno yang selalu menandaskan bahwa kaum terdidik harus senantiasa memperbesar tenaga kaum marhaen.
Tenaga kaum marhaen yang diterjemahkan saat ini diera pesatnya perkembangan zaman adalah “pengetahuan”, yaitu peningkatan sumberdaya manusia, mulai dari kesadaran kritisnya, eksistensinya serta bagaimana dengan dengan peningkatan kemampuan pengetahuan yang dimilikinya dalam mensikapi dan menghadapi kehidupan ekonomi, sosial dan politik yang cenderung liberal, siapa yang kuat dialah yang menang.
“Pengetahuan adalah sumberdaya yang adil, karena bisa dimiliki oleh rakyat yang paling miskin sampai yang paling kaya,” jelas Endro.





