Ekstrakulikuler atau eskul, bukan hal yang baru bagi siswa yang berkegiatan dalam ruang lingkup sekolah. Eskul sendiri berangkat dari bakat dan minat seseorang yang mulai dikembangkan sejak dini untuk memotifasi kemampuan yang melekat pada individu sejak lahir dan biasanya berkaitan dengan struktur otak.
Bakat dan minat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, minat merupakan sebuah dorongan yang berasal dari dalam individu yang bisa menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara selektif yang menyebabkan dipilihnya satu kegiatan yang disenanginya, menguntungkan,dan selanjutnya akan mendatangkan kemantapan dan keputusan akan dirinya.
Seperti halnya yang mulai dikembangkan Rajudin, S.Si salah satu Tenaga Pendidik (Guru) yang bertugas di SMP Islam Terpadu Bustanul Ulum yang beralamat di Jalan Lintas Timur Km 76 Kecubung Terbanggi Besar. Berawal dari hobby yang ditekuni selama ini dapat menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi. Guru yang lahir di Kotagajah Lampung Tengah 44 tahun silam menekuni dunia Robotik sejak diperkuliahan.
Alumni Universitas Lampung (Unila) Jurusa FMIPA Fisika ini telah membuat beberapa jenis robot. Ide membuat robot di sekolah dimulai saat beliau berdiskusi dengan salah satu alumni SMP IT Bustanul Ulum yang telah mengikuti Eskul Robotik di Kampusnya dan menjadi salah satu team Robotik dengan mengikuti beberapa event lomba, dari situlah Pak Rajudin (Panggilan Akrab) nya mulai berfikir untuk membuat sebuah inovasi yaitu membuat Eskul Robotik disekolah. Motivasi dalam pembuatan robot ini melihat beberapa sekolah yang terkenal sudah ada eskul Robotik dan agar siswa dalam merakit robot sederhana disekolah melalui eskul robotik yang dilaksanakan setiap seminggu sekali.
Komponen dalam pembuatan robot ini tidaklah rumit yaitu Dinamo, Kabel, Beterai, Integrated Curcuit (IC) , Body Robot dan Roda serta Program C++. Komponen diatas dirakit bersama dengan siswa yang tergabung dalam eskul Robotik sehingga robot dapat digunakan. Sejarah awal pembuatan robot masih analog, dengan bantuan stik robot dapat dioperasikan dan itu masih memiliki banyak kekurangan, sehingga tim robotic berfikir bagaimana agar robot yang dibuat dapat menggunakan teknologi wireless (tanpa kabel) sehingga di buatlah robot tersebut namun harus dengan bantuan Bahasa Pemrograman Komputer C++. Jenis Robot yang telah dibuat yaitu Robot Line Follower, Robot Pemadam Api dan Robot Capit Bola. Robot tersebut telah di demonstrasikan dalam kegiatan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI setiap tanggal 25 November. Perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan robot ini per 1 unit berkisar antara Rp. 500.000 s.d Rp. 750.000 ribu rupiah untuk pembelian komponen-komponennya dilakukan secara online shop.
Dalam proses pembuatan robot ini tidaklah rumit, melainkan dengan merangkai komponen yang sudah ada, kemudian dirakit sedemikian rupa menghasilkan robot yang diingkan. Mungkin yang agak rumit/sulit hanaya pada pemrograman (konektivitas) antara robot dengan remot dengan bantuan Bahasa pemrograman C++. Pada pemrograman ini peran pak Rajudin sebagai Pembina eskul dan pada tahap ini membutuhkan waktu untuk prosesnya. “Sampai saat ini eskul robotic menjadi eskul yang diminati oleh siswa-siswi di SMP Islam Terpadu Bustanul Ulum,” kata Rajudin.
Dijelaskan, robot yang dibuat sampai saat ini masih untuk keperlulan pribadi sekolah salah satunya sebagai sarana promosi sekolah dan tidak untuk ajang lomba, sehingga robot tersebut belum pernah mengikuti lomba-lomba robot baik tingkat Provinsi maupun Nasional. “Eksperimen terus dilakukan oleh tim robotik untuk menciptakan robot-robot lainnya sehingga dapat menambah koleksi robot yang ada di sekolah dan menambah pengetahuan atau pengalaman bagi siswa-siswi di sekolah,” jelasnya.
Dia beharap, terkait Robot kedepan khususnya di Lampung Tengah anak-anak/siswa dapat mengerti atau memahami dasar-dasar pembuatan robot sehingga dapat meningkatkan citra sekolah dan juga kedepan adanya komunitas robotic di Lampung Tengah sehingga dukungan dari pihak terkait sangat dinantikan agar siswa berfikir kreatif dan mandiri.






