Bandar Lampung – (PeNa), Deru air dan sorak penonton langsung menggema di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung. Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Lampung 2025 resmi dibuka, Jumat (3/10/2025), dan sejak peluit pertama dibunyikan, pertarungan sengit antar-klub langsung pecah di lintasan.
Sebanyak 46 klub dari berbagai kabupaten/kota menurunkan 1.200 atlet terbaiknya. Suhu persaingan terasa panas sejak babak awal, membuat hari pertama kejurda berlangsung seru dan penuh kejutan.
Aksi Cepat Sejak Awal Lomba
Sorotan utama datang dari nomor 400 meter gaya bebas putra. Di kelompok usia 12–13 tahun, Muhammad Hafizh Kausar mencatat waktu impresif 4 menit 51,99 detik, membuat tribun bergemuruh.
Tak mau kalah, di kelompok usia 14–15 tahun, Anggara Jyana Putra tampil perkasa dengan catatan 5 menit 04,29 detik.
Sektor putri juga tak kalah menarik. Nomor 400 meter gaya bebas kelompok 16–18 tahun jadi panggung elegan bagi Amira Kayana Putri dengan waktu 5 menit 11,41 detik.
Pertarungan paling menegangkan terjadi di 50 meter gaya kupu-kupu putra usia 14–15 tahun. Lomba berlangsung super ketat hingga sepersekian detik. Akhirnya Razka Putra Diandra berhasil menyentuh dinding lebih dulu dengan waktu 28,07 detik.
Klasemen Sementara: Rafflesia Unggul Telak
Hari pertama ditutup dengan persaingan ketat di papan klasemen. Rafflesia Swimming Club sementara memimpin jauh dengan 979 poin, diikuti King Brother Swimming Club (401 poin) dan Jaka Utama Swimming Club (335 poin).
Klasemen Sementara Kejurda Akuatik Lampung 2025 – Hari Pertama:
1. Rafflesia Swimming Club – 979 poin
2. King Brother Swimming Club – 401 poin
3. Jaka Utama Swimming Club – 335 poin
4. Chameleon Swimming Club – 278 poin
5. Dragon Swimming Club Metro – 215 poin
Ajang Tempa Bibit Atlet Masa Depan
Kejurda yang berlangsung hingga 5 Oktober ini bukan sekadar ajang rebutan medali. Di sinilah para atlet muda Lampung menguji hasil latihan mereka dan menimba pengalaman untuk jenjang lebih tinggi.
Ketua Akuatik Lampung Ade Utami Ibnu menegaskan pentingnya event ini untuk peta prestasi jangka panjang.
“Kejurda ini adalah ajang penting untuk mengukur hasil latihan. Dukungan Pemprov Lampung akan terus hadir agar lahir atlet berprestasi hingga Indonesia Emas 2045,” ujar Ade.
Senada, Kadispora Lampung Meiry Harika Sari menyebut kejuaraan ini sebagai salah satu tolok ukur pembinaan atlet di daerah.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi proses mencetak atlet andalan Lampung di masa depan. Semoga ajang ini melahirkan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana Veri Novianto menambahkan bahwa kejurda juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya olahraga air.
“Kami ingin kejuaraan ini menjadi wadah lahirnya atlet Lampung yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.






