Jajaran Nama Pengusaha Besar Masuk Kandidat Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi

foto.net

Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy mengatakan, nama pengusaha Erick Thohir masuk dalam bursa kandidat Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Dikutip dari detik.com, selain Erick Thohir, ada juga nama pengusaha nasional lainnya yang menjadi kandidat kuat posisi tersebut.

Rommy mengatakan, nama Ketua TKN itu akan diumumkan Jokowi pada pekan ini. Jokowi akan memilih sosok yang dekat dengan kalangan usaha dan bisa mewakili kaum muda (millenial).

“Mungkin 1-2 hari ini hasil pembicaraan saya barusan dengan beliau, memang beliau akan memilih ketua TKN yang dekat dengan kalangan usaha yang bisa menjadi representasi atau dipersonifikasikan mewakili generasi milenial dan juga memiliki komunikasi yang baik dengan seluruh partai politik,” ujar Rommy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Rommy mengatakan, selain nama Erick Thohir, ada juga pengusaha nasional berinisial CT yang menjadi kandidat kuat. Sosok pengusaha nasional itu dianggap bisa berkomunikasi baik dengan seluruh partai politik.”Saya kira Pak CT orang yang bisa berkomunikasi dengan seluruh parpol karena beliau sebagai pengusaha nasional yang sukses dan terbukti tidak pernah ada barier. Pada waktu menggelar buka puasa bulan Ramadan kemarin, yang hadir menteri kabinet Jokowi, ada menteri kabinet SBY apalagi. Jadi tidak memiliki barrier psikologis,” kata Rommy.

“Sejauh ini di sekitar CT dan ET, tapi sekali lagi karena belum keputusan kita lihat bagaimana nanti keputusan presiden,” tambahnya.

Rommy juga menegaskan, partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin bisa menerima kedua sosok pengusaha nasional itu. “Nggak ada masalah. Tadi kami bicara dengan beberapa pimpinan partai prinsipnya nggak ada persoalan,” kata Rommy.

Rommy juga menjelaskan alasan kenapa memilih sosok pengusaha sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin. Pertama, pihaknya tidak ingin melibatkan Aparatur Sipil NEgara (ASN). “Kedua, kami hindari conflict of interest antarparpol, sehingga figur yang bisa diterima mungkin yang lebih independen,” ujar Rommy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *