Tahun Perdana Ela-Azwar, 78 Km Jalan Mulus hingga 85 Ribu Warga Aktif BPJS

Lampung Timur – (PeNa), Tahun 2025 menjadi pijakan awal transformasi Kabupaten Lampung Timur di bawah kepemimpinan Hj. Ela Siti Nuryamah dan Hi. Azwar Hadi. Duet ini langsung tancap gas membawa visi “Lampung Timur Makmur Menuju Indonesia Emas”.

Mengusung semangat Sakai Sambayan, kepemimpinan Ela-Azwar tak sekadar merancang program di atas kertas. Akselerasi pembangunan digerakkan dengan tema penguatan infrastruktur dan pelayanan publik berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sepanjang tahun pertama, pemerintah daerah mencatat sejumlah capaian konkret. Dari jalan, jembatan, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial, berbagai program mulai menunjukkan dampak nyata di tengah warga.

Infrastruktur Digeber, Mobilitas Warga Dipacu

Infrastruktur menjadi prioritas utama karena diyakini sebagai kunci pertumbuhan ekonomi. Sepanjang 2025, pemerintah merekonstruksi jalan kabupaten dan desa sepanjang 78,93 kilometer serta melakukan pemeliharaan berkala 10,15 kilometer.

Unit Reaksi Cepat (URC) juga diterjunkan untuk menangani kerusakan jalan sepanjang 710 meter. Langkah ini dilakukan agar mobilitas warga dan distribusi barang tetap lancar tanpa hambatan berarti.

Konektivitas antarwilayah diperkuat melalui pembangunan dua unit jembatan di Sekampung dan Waway Karya. Di kawasan permukiman, 31,2 kilometer jalan lingkungan dibangun di 52 desa melalui program peningkatan PSU.

Penerangan jalan pun digenjot. Sebanyak 380 unit Lampu Penerangan Jalan Umum telah terpasang dengan progres 100 persen. Sementara itu, 171 Rumah Tidak Layak Huni direhabilitasi demi mengangkat martabat keluarga prasejahtera.

Kesehatan dan Pendidikan Jadi Pondasi Generasi Emas

Di sektor kesehatan, pemerintah melakukan reaktivasi BPJS bagi 85.175 jiwa atau 118 persen dari target awal. Langkah ini memastikan akses layanan kesehatan kembali terbuka bagi ribuan warga.

Program “Gertak Ela TOSS TBC” menjangkau 1.825 orang untuk mendapatkan pengobatan standar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menekan angka penyebaran tuberkulosis di daerah.

Untuk pencegahan stunting, program “Canting Star” menggelar skrining massal terhadap lebih dari 250.000 anak sekolah dan remaja putri. Intervensi dini diharapkan mampu memutus rantai masalah gizi kronis.

Pada bidang pendidikan, 104 ruang kelas baru dibangun dan 136 ruang kelas direhabilitasi dari jenjang PAUD hingga SMP. Pemerataan fasilitas belajar menjadi fokus agar kualitas pendidikan tidak timpang.

Kesadaran lingkungan turut ditanamkan melalui Sekolah Kader Ekologi. Sebanyak 4.258 kader telah diluluskan dari tingkat desa hingga perkantoran untuk menggerakkan gerakan peduli lingkungan.

Perlindungan Sosial dan Penguatan Ekonomi Desa

Keberpihakan pada kelompok rentan terlihat lewat program “Sekolah Rakyat” yang memberi akses pendidikan gratis bagi 75 siswa miskin ekstrem. Gedung permanennya kini dibangun di kompleks Islamic Center Sukadana.

Bantuan sosial juga disalurkan kepada 180 lansia tunggal dan 1.049 korban bencana. Pemerintah menyediakan alat bantu bagi 20 penyandang disabilitas serta layanan rujukan bagi 48 ODGJ.

Sebanyak 9 Rumah Sejahtera Terpadu dibangun bagi keluarga miskin dan rentan. Sementara inovasi “Desa Migran Emas” hadir di 20 desa sebagai garda perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Sebagai daerah agraris, Lampung Timur memperkuat ketahanan pangan melalui bantuan alat dan pupuk kepada 96 Gapoktan. Benih sayur, jagung, hingga bibit kakao sambung pucuk juga disalurkan ke berbagai kelompok tani.

Pemerintah turut membangun Rumah Vertikal Dryer untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Langkah ini diharapkan mendongkrak nilai jual komoditas petani di pasar.

Digitalisasi Layanan hingga City Branding Baru

Modernisasi pelayanan publik diperkuat melalui Mal Pelayanan Publik dan aplikasi pajak “Sibadak”. Samsat Digital Drive Thru di Mataram Baru serta layanan “Eazy Passport” memudahkan warga mengurus dokumen tanpa birokrasi panjang.

Identitas daerah juga dipertegas lewat city branding “Makmur Lestari”. Logo baru memadukan filosofi Pucuk Rebung, Gajah sebagai ikon daerah, serta situs budaya Pugung Raharjo.

Menuju 2026, Enam Klaster Siap Digeber
Memasuki tahun kedua, duet Ela-Azwar menyiapkan enam klaster prioritas melalui program “Hasil Terbaik Cepat”. Fokusnya meliputi beasiswa makmur, pengembangan kawasan ekonomi desa, hingga penataan wajah ibu kota daerah.

Dengan fondasi yang telah diletakkan pada 2025, Lampung Timur menatap 2026 dengan optimisme. Akselerasi pembangunan terus digenjot demi mewujudkan daerah yang makmur, aman, dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *