Jatah Lima Anggota Dewan Dibalik Jeritan Pedagang

Bandar Lampung (PeNa)- Pengundian pembagian kios Pasar Way Halim, Senin (22/01) lalu belum berpihak pada pedagang lama yang telah belasan tahun berdagang. Alih-alih adanya pembangunan Pasar baru mampu mensejahterakan pedagang namun kondisi yang terjadi berbanding terbalik, selain adanya dugaan jatah kios  Lima legislator hingga eksodus pedagang bermodal besar dari Pasar Bambu Kuning dan Pasar Tengah.

Kepada awak media pedagang yang tidak mendapatkan kios mengungkapkan jika ada dugaan kecurangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam pengundian untuk mendapatkan tempat berdagang, bahkan rumor yang berkembang menyebutkan jika 5  Anggota DPRD Kota Bandar Lampung mendapat jatah Kios.

“Saya dengar ada 5 anggota DPRD Bandar Lampung yang mendapat jatah kios. Pengundian kios ini banyak nama yang siluman, ada yang baru beberapa bulan dagang, mereka dapat kios. Kami yang sudah lama dagang, nggak dapat,” Amrin Alwis yang membuka jasa servis dan jual beli jam tangan.

Dia menyesalkan jika undian yang dilakukan belum memberikan prioritas kepada pedagang lama, bahkan rentang waktu 18 tahun  bukan jaminan baginya untuk kembali mendapatkan kios.

“Saya ini sudah 18 tahun berdagang, sudah 4 tahun ini saya menyewa kios. Tapi pas ada pengundian, nama saya nggak tercantum, saya bingung, apa dasar mendapatkan kios itu,”keluhnya.

Senada dengannya, Eliana, pedagang sembako mengalami nasib serupa dengan Amrin, Ia mengaku kecewa dengan undian yang dilakukan, meski sebagai pedagang lama namun mereka tidak mendapat prioritas layaknya pedagang baru dan bermodal besar.

“Saya sudah lama dagang di sini. Saya juga sempat dagang keliling, jual kopi, dan gorengan. Tapi setelah ada undian ini, nama saya tidak ada,” kata Eliana

Sementara salah satu pedagang lama yang tak mau disebutkan namanya, mengaku tak mengenal sejumlah nama yang masuk dalam undian.

“Yang saya dengar, ada yang beli seharga Rp40 juta sampe Rp50 juta untuk satu kios,” katanya.

Banyak pedagang bermodal besar yang juga mengincar tempat di Pasar Way Halim yang baru selesai direnovasi.

“Pedagang dari Bambu Kuning, Pasar Tengah, banyak yang mau ke sini,” ujarnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *