Kades Mulyosari Abaikan Tamu Dan Tokoh Masyarakat ?

PESAWARAN-(PeNa), Beberapa tamu dan tokoh pendiri pemekaran  desa tidak kebagian makan siang pada Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-5 Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai, Senin (19/11).
Kemeriahan pada kegiatan tersebut sangat berbalik dengan kondisi yang sesungguhnya. Diduga, panitia dan Kepala Desa setempat tidak dapat memperhitungkan jumlah konsumsi yang disediakan pada acara tersebut.
Pantauan PeNa, sejumlah tamu dan tokoh pendiri pemekaran tidak jadi makan saat diminta makan oleh Kepala Desa Saepudin dan panitia karena lauk sudah habis dan juga piring tidak tersedia.
Kepala Desa Mulyosari nampaknya hanya mengandalkan konsumsi dari nasi tumpeng yang dilombakan. Padahal jumlah tamu yang datang dengan nasi tumpeng tidak seimbang.
Sejumlah awak media yang meliput kegiatan juga sempat ditawari untuk makan siang oleh panitia dan Kepala Desa Mulyosari Saepudin. Padahal, kondisinya sudah tidak ada lauk dan tidak tersedia piring.
“Lha ini bagaimana, orang disuruh makan tapi lauk dan piringnya tidak disediakan. Waduh, kacau. Kalau saya sih tuan rumah, lha sampean ini kan tamu, ” kata lelaki tua yang disapa Mbah.
Mbah tersebut kembali duduk sambil membawa bingkisan yang dibagikan oleh Kepala Desa Saepudin saat diatas panggung atas jasa jasanya.
Saat berlangsungnya kegiatan perayaan hari jadinya, Kantor Desa Mulyosari nampak kumuh dan tidak terawat. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *