PESAWARAN-(PeNa), Rendah hati dan selalu menghormati orang tua, barangkali itu yang menjadi alasan Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mencium tangan wanita renta di Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan.
Hal tersebut dilakukan bersama jajaran saat membagikan sembako dan pelayanan kesehatan secara gratis kepada ratusan warga di desa tersebut.
“Kegiatan bhakti sosial dan bhakti kesehatan ini kita laksanakan sebagai rangkaian kepedulian Polri kepada masyarakat di HUT Bhayangkara ke-73. Dan khususnya Polres Pesawaran memang selalu melakukan kegiatan tersebut diwaktu-waktu lain, guna membantu meringankan beban hidup warga yang belum beruntung, ” kata Popon, Kamis (20/06).

Menurutnya, Polri senantiasa terus melakukan peningkatan pelayanan. Baik yang berkaitan dengan tugas pokoknya maupun bidang sosial dan keagamaan.
“Kita terus melakukan peningkatan kinerja dan pelayanan, baik terkait kegiatan sosial dilingkungan Mapolres Pesawaran maupun pelayanan sebagai aparat penegak hukum, ” ujar dia.
HUT Bhayangkara ke-73 tersebut, dijadikan momentum untuk terus mendukung kondisi keamanan yang kondusif dan sejuk.
“Tepat di HUT Bhayangkara ke-73, kita jadikan momentum untuk terus menciptakan kondisi yang aman dan sejuk. Setidaknya, kondisi ini juga menjadi partisipasi Polri kepada pemerintah daerah dalam mengelola dan melakukan pembangunan sehingga ada percepatan, ” tutur dia.
Untuk diketahui, kegiatan Bhakti kesehatan tersebut langsung dipimpin AKBP Popon Ardianto Sunggoro dan diikuti oleh Ipda Maredian, Ipda Nasir, CAPEG Dr. Ratna M, tiga anggota Sumda Polres Pesawaran dan Bidan mitra Polri. Disetiap berjabat tangan dengan pinisepuh (orang tua), Popon selalu ta’dzim mencium tangan dan sesekali memeluknya dengan hangat.

Salah satu warga Bogorejo yang mengaku bernama Udin terharu dengan suka cita, saat menyaksikan interaksi antara Kapolres Pesawaran bersama jajaran dengan masyarakat yang kurang mampu.
“Kami, sebagai orang kecil merasa lebih dihargai melihat Pak Polisi berjabat tangan sambil mencium tangan dan berpelukan. Beliau tidak canggung, malah nampak seperti bersalaman dengan orang tuanya sendiri. Tidak terlihat, yang biasanya kalau kita ketemu Pak Polisi itu takut tapi kini mereka lebih dekat dengan masyarakat terutama kami warga desa, ” kata dia.
Oleh: sapto firmansis






