Bandar Lampung (PeNa)-Pengembangan sektor industri dalam hal meningkatkan nilai tambah dan secara intens membangun komunikasi yang sinergis serta terpadu selaras dan paralel antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam hal perencanaan menjadi konsentrasi yang terus dilakukan koordinasi agar terjadi pemerataan dan perkembangan sektor industri secara menyeluruh.
Guna mewujudkan hal tersebut, Pemprov Lampung tak hanya melakukan perencanaan terpadu selaras di tiap tingkatan daerah, namun sektor perizinan juga menjadi perhatian serius yakni dengan memberi kemudahan proses izin agar iklim investasi positif dengan banyaknya investor yang menanamkan modal dengan adanya kemudahan dalam mengurus perizinan.
Plt Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Hamartono Ahadis yang mewakili Pjs Gubernur Lampung Didik Suprayitno menegaskan, adanya keterpaduan perencanaan antara satu daerah dengan daerah lainnya menjadi indikator penting agar program pengembangan sektor industri dapat berjalan sesuai dengan harapan.
“ Cara berfikir ortodoks yang hanya merasa sebagai daerah otonom dan terpisah dengan daerah lain harus ditinggalkan, meski daerah otonom bukan berarti terlepas dari intervensi, komunikasi yang sinergis dan adanya keterpaduan yang selaras yang terpenting,” tegas Hamartoni saat membuka musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Dinas Perindustrian Provinsi Lampung tahun 2018, di Hotel Aston Bandar Lampung, Kamis (8/3/2018).
Mengenai perizinan di selutuh Kabupaten/Kota,Hamartoni menegaskan agar pemerintah daerah tidak mempersulit investor dengan panjangnya meja birokrasi selain itu Hamrtoni juga meminta agar pemerintah daerah Konsistensi dalam memegang komitmen bersama dalam memberikan kemudahan bagi investor untuk mengurus perizinan.
“Birokrasi harus dipangkas, tidak berbelit belit dan menyulitkan investor, sehingga kita bisa menarik investor sebanyak-banyaknya ke Lampung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung Tony L Tobing berharap musrenbang tahun ini mampu mengakomodir dan menyinkronkan program kerja dari para pemangku kepentingan di bidang industri, khususnya peningkatan nilai tambah produk.
“Fokusnya tahun ini adalah meningkatkan nilai tambah produk. Kita support mereka untuk berproduksi lebih banyak dan lebih diarahkan sebesarnya untuk ekspor, sehingga devisa bisa masuk dan secara keseluruhan Indonesia akan menjadi lebih baik,” ungkap Tony.
Tony juga mengatakan dalam rangka mendorong pertumbuhan investasi, Pemerintah Provinsi Lampung terus meningkatkan sarana dan prasarana investasi .
“Pemprov Lampung saat ini tengah gencar membangun sentra industri dan kawasan industri, sehingga ketika mereka berinvestasi , sudah ada tempat yang layak dan terintegrasi,” ujarnya
Tony juga mengatakan dalam rangka mendorong pertumbuhan investasi, Pemerintah Provinsi Lampung terus meningkatkan sarana dan prasarana investasi .
“Pemprov Lampung saat ini tengah gencar membangun sentra industri dan kawasan industri, sehingga ketika mereka berinvestasi , sudah ada tempat yang layak dan terintegrasi,” ujarnya






