Keretakan Flyover, Pelecehan Rekanan Terhadap Program Unggulan Herman

Bandar Lampung (PeNa)-Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menyesalkan dengan pengerjaan flyover Jl.Pramuka – Indra Bangsawan senilai Rp35 miliyar, PT Dewanto Cipta Karya selaku rekanan dinilai tidak mengutamakan kualitas pekerjaan.

Dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) Komisi III di lokasi terdapat sejumlah sambungan dan bagian beton hanya ditopang menggunakan kayu dan ditemukan beberapa patahan di ruas beton.

“Kami sangat kecewa dengan hasil pekerjaan ini, beberapa kerusakan seperti patah dan keretakan menunjukkan rendahnya kualitas pembangunan dan ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan,”tegas Wahyu Lesmono yang memimpin Sidak bersama Legislator lain yakni Heryadi Payacoen dan Dedi Yuginta, Rabu (14/03).

Dengan adanya keretakan itu sambung Wahyu, secara tidak langsung rekanan selaku pihak yang diberikan pekerjaan tidak mendukung program unggulan Walikota (Non aktif) Bandar Lampung, Herman HN yang salah satunya pembangunan Flyover.

Bahkan menurut Politisi PAN, guna merealisasikan program unggulan itu Pemkot mengajukan pinjaman dana pada PT.SMI mengingat kondisi keuangan mengalami defisit.

Rekanan selaku pihak yang diberikan pekerjaan,sambung Wahyu

“Kalau Pak Herman HN tahu pekerjaannya seperti ini pasti marah. Karena pembangunan flyover ini program unggulan Herman HN,” terang Wahyu.

Sementara, Pengawas Lapangan Pembangunan Proyek Flyover Jl.Pramuka – Indera Bangsawan Sutarno berdalih jika banyaknya patahan, retakan dan ganjalan kayu yang ada pada pembangunan flyover saat ini bukanlah masalah.

Bukan hanya itu, dirinya juga membantah jika kerusakan pada pembangunan flyover merupakan kesalahan pada proses pekerjaan kontruksi. “Itu tidak apa-apa, tidak ada masalah,” terangnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *