Ketua PWI Kab Pesawaran Minta Bawaslu Proaktif Berikan Informasi

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Ismail meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat proaktif dalam memberikan informasi terhadap media massa.

Demikian dikemukakan saat menjadi nara sumber pada kegiatan Fasilitasi Pengawasan Penyelenggaraan Tahapan Pemilu 2024 untuk menghindari Isu, Shara, Hoax, yang di gelar Bawaslu Kabupaten Pesawaran di Hotel Regency Pringsewu (01/12/2022).

Menurutnya, media massa adalah sebagai mitra yang dapat memberikan edukasi, karena media massa bisa memberikan informasi ke masyarakat sesuai fakta sehingga tidak menimbulkan isu sara dan hoax.

“Saya yakin, media yang hadir ini sudah memiliki pemahaman bagaimana untuk menghindari berita hoax. Bawaslu pro aktif untuk memberi informasi kepada awak media, sehingga berita tidak simpang siur dan mengadakan pers rilis untuk menjamin kebenaran informasi tersebut,” kata dia.

Pada kegiatan tersebut, Komisioner Komisi Informasi Pubkik (KIP) Provinsi Lampung Erizal mengatakan, bahwa dalam undang- undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik adalah hak kita semua, kerena ini sebagai dasar masyarakat mendapatkan informasi tersebut.

“Lahirnya undang – undang Nomor 14 tahun 2008, ada kewajiban publik yang harus ada keterbukaan terhadap masarakat, kalau tidak ada suatu lembaga publik tidak ada keterbukaan informasi publik perlu di pertanyakan,” kata dia.

Aneh dalam menganalogikan, Ketua Divisi Pecegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Pesawaran Riswanto justru mengatakan bahwa demokrasi hoax dan isu sara mirip kasus sianida.

“Demokarasi, hoax dan isu sara hampir mirip dengan kasus Sianida tidak nampak tapi bisa mematikan demokarasi. Karena sekarang bukan latah lidah tapi latah jari, ketika kita mererima informasi cari dulu kebenarannya baru kita share ke medsos,” ucapnya.

Katanya, Insan pers merupakan bagian 4 pilar demokrasi sebagai informasi pada masyarakat yakni informasi yang baik yang tidak mengandung hoax dan isu sara. Namun, faktanya kepada publik melalui media massa Bawaslu belum dapat memberikan informasi yang runut dan gamblang pada penanganan dugaan pelanggaran dan pemberian sanksi disetiap pemilihan umum yang digelar.

Untuk diketahui, dalam penerimaan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Pesawaran beberapa waktu lalu juga masih didominasi wajah lama. Sehingga hampir meniadakan keterlibatan generasi muda yang kritis pada pelaksanaan pemilihan umum mendatang nantinya.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.