BANDARLAMPUNG-(PeNa), Kiprah DR.H.Raden Benny Kisworo (Benkis) pada Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nahl sangat mendominasi bagi kemaslahatan umat marginal ditengah globalisasi. Ponpes yang dirintisnya dari 2003 lalu mampu mengurangi beban pemerintah di bidang sosial dan pendidikan.
“Sebagai perintis dan pembina Ponpes An-Nahl, kami sangat sederhana dalam bercita-cita. Yakni,bagaimana hidup ini lebih bermanfaat bagi sesama dan mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain,” kata Benkis, Ahad (04/10/2020).
Bersama KH Arifin Al-Qodry, Benkis terus bergerak untuk bagaimana Ponpes An-Nahl memiliki manfaat bagi lingkungan dan banyak umat. Terutama,bagi mereka yang berasal dari duafa namun bercita-cita luhur dalam memperbaiki adab menuju kehidupan yang religius dan berakhlaqul karimah.
“Pondok pesantren yang kami dirikan merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup ber-masyarakat sehari-hari,” tutur dia.
Di Ponpes An-Nahl yang dipimpin KH Arifin Al-Qodri atau kerap disapa Gus Fin tersebut memiliki banyak santri dari berbagai latar belakang keluarga dan status sosial lainnya. Tidak semua santri berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Malah justru kebanyakan mereka dari kalangan menengah ke bawah.
Ada santri yang berasal dari lingkungan sekitar pesantren dan ada pula yang jauh bahkan dari luar daerah atau pulau lain. Dari berbagai latar belakang inilah terdapat dua istilah yang cukup familiar di kalangan pesantren, yaitu santri Mukim dan santri Kalong.
“Banyak kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat umum, diantaranya Istighosah yang dilaksanakan pada minggu pertama disetiap bulannya dan Tabaruk dilakukan pada Selasa malam Rabu disetiap minggunya. Selaku pembina, tentunya intens berkomunikasi dengan Ketua pengasuh atau Gus Fin selaku pimpinannya untuk membahas persoalan yang ada,” ujar Benny usai sholat berjamaah di Ponpes An-Nahl di Jalan Kepodang Kelurahan Susunan Baru Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandarlampung.
Niatnya maju sebagai Wakil Bupati Lampung Timur pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020 mendatang bukanlah sebagai syahwat politiknya. Benkis memiliki niatan yang tidak berpihak pada pribadinya, karena ia sangat menginginkan masyarakat lebih cerdas dan berdaya saing dalam berbagai bidang sehingga mampu membentuk kemandirian.
Kepribadian andap asor dan ekonomi yang mapan menjadi bagian modal utama dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial ditengah kalangan guna mewujudkan keinginannya di perseteruan pilkada Lampung Timur mendatang.
Kemudian, selaku Pimpinan Ponpes An-Nahl, KH Arifin Al-Qodri juga menguraikan bagaimana Benkis sangat mempedulikan kebutuhan dan memperhatikan permasalahan sosial masyarakat.
“Ponpes An-Nahl dirintis sejak 2003 dan diresmikan oleh Letjend Muhamad Yasin pada tanggal 5 Agustus 2006 lalu, Benny Kisworo sebagai pembina yang terus membina Ponpes ini hingga sekarang. Rendah hati dan dermawan adalah pribadi dari Beny Kisworo yang kami ketahui,” kata Gus Fin.
Selain melakukan pengajaran kepada santri kalong, Ponpes An-Nahl juga mendidik anak-anak usia dini,TK hingga SD Islam Terpadu dengan para pengajar yang memiliki kompetensi keislaman yang sangat baik.
Tempaan disiplin dan wejangan rohani menjadi bagian dari sistem pengajaran bagi santri kalong yang ikut mengaji di Ponpes An-Nahl. Kemudian, pembentukan akhlaq juga salah satu dampak sosial dari perilaku yang ditatanya melalui keseharian.
“Artinya, Benny Kisworo selalu berbuat tanpa pamrih apapun sudah sejak masih dibangku kuliah. Kami pernah bersama satu kost sehingga paham betul, sekarang ia berkeinginan maju pada pilkada di Lampung Timur, kami semua sangat mendukung dan mendoakan apa yang menjadi hajat nya terkabul, ” tegas dia.
Oleh: Sapto firmansis






