Kisah Yuspadi: Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Dalam hidup, setiap tantangan bisa diubah menjadi peluang jika kita memiliki kemauan untuk belajar dan berusaha.

Yuspadi, seorang pensiunan pekerja proyek yang terkena stroke, adalah contoh nyata bagaimana keterbatasan tidak menghentikan seseorang untuk terus berkarya.

Bacaan Lainnya

Di tengah kondisi kesehatan yang memaksa pensiun, Yuspadi berhasil menyulap lahan kosong di perkotaan menjadi kebun produktif yang memberikan manfaat tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Yuspadi memulai usaha berkebun pada 2021 setelah menemukan inspirasi dari video tutorial di YouTube. Dengan semangat yang tinggi, ia mempelajari teknik-teknik dasar bercocok tanam meskipun tanpa pengalaman sebelumnya.

“Saya mulai dari nol, hanya dengan melihat video di YouTube. Awalnya iseng, tapi lama-lama saya sadar bahwa ini bisa menjadi peluang usaha,” ungkap Yuspadi, saat ditemui di kebunnya, Kamis, (26/9/2024).

Kini, kebun sayuran yang dikelolanya menghasilkan berbagai jenis tanaman seperti terong, cabai, selada, kangkung, dan pakcoy.

Ia juga cermat dalam memilih jenis tanaman berdasarkan harga pasar, sehingga usaha kebunnya bisa tetap berjalan meski pasar sering mengalami fluktuasi.

“Saya selalu memikirkan harga pasar sebelum menanam. Tujuannya agar hasil panen saya tetap menguntungkan, meski kadang harga turun,” jelasnya.

 

Yuspadi Kerap di Kunjungi Mahasiswa

Kesuksesan Yuspadi tidak hanya dilihat dari hasil panen, tetapi juga dari perhatian yang ia dapatkan dari kalangan akademisi.

Mahasiswa dari berbagai universitas seperti ITERA dan UIN Raden Intan Lampung sering datang ke kebunnya untuk belajar dan melakukan penelitian terkait teknik bercocok tanam.

“Saya senang bisa berbagi ilmu dengan mereka, apalagi ini bisa jadi sarana edukasi bagi anak-anak muda yang ingin belajar bercocok tanam,” kata Yuspadi.

 

Harga Pasar Tidak Stabil

Namun, perjalanan Yuspadi tidak selalu mulus. Tantangan seperti harga pasar yang tidak stabil kerap kali mempengaruhi keuntungan yang ia peroleh.

Meski begitu, Yuspadi tetap optimis dan berkomitmen untuk terus mengelola kebunnya.

“Fluktuasi harga memang tantangan, tapi saya yakin usaha ini bisa terus berkembang, asalkan kita mau terus belajar dan beradaptasi,” ujarnya penuh semangat.

Dengan usahanya ini, Yuspadi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi dirinya, tetapi juga membuktikan bahwa lahan kosong di perkotaan bisa diubah menjadi sumber pangan lokal yang berharga.

Semangat belajar dan kerja keras yang ia tunjukkan menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan peluang di tengah keterbatasan. (Wina/Ina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *