Kontroversi Mukadam: Dari Pejabat DPRD ke Insiden Penembakan

LAMPUNG TENGAH (PeNa) – Muhammad Saleh Mukadam, Ketua Komisi IV DPRD Lampung Tengah, menjadi sorotan publik setelah senjata yang dimilikinya terlibat dalam insiden penembakan yang menewaskan seorang warga.

Sebagai anggota DPRD Lampung Tengah dari Fraksi Gerindra, Mukadam sebelumnya pernah bergabung dengan Partai PKPI dan menjabat sebagai anggota DPRD periode 2014-2019.

Bacaan Lainnya

Mukadam, pria kelahiran tahun 1985, dikenal dengan hobinya mengendarai motor gede (moge). Di Kampung Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, ia memiliki koleksi moge jenis Kawasaki ZX 10 R dan Yamaha R1. Selain itu, ia aktif dalam komunitas Chapter Lampung Bikers Community (LBC).

Perjalanan pendidikan Mukadam dimulai dari SD di Mataram Ilir, SMP di SMPN 1 Seputih Surabaya, dan SMA di Kartika Tama, Metro. Ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dan lulus pada tahun 2007.

Selama di USU, Mukadam aktif dalam organisasi HMI Cabang Medan. Di bidang organisasi, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Advokasi Permalat (Persatuan Masyarakat Lampung Tengah) pada tahun 2013 dan Ketua Umum Permala (Persatuan Masyarakat Lampung).

Namun, karir cemerlang Mukadam tercoreng oleh insiden penembakan yang menewaskan seorang warga. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang, yang kini tengah menyelidiki kejadian tersebut. Mukadam sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini, namun tekanan publik terhadapnya semakin meningkat.

Dengan kombinasi pengalaman politik dan keterlibatannya dalam berbagai organisasi, Muhammad Mukadam sebelumnya menjadi figur yang patut dicontoh bagi generasi muda di Lampung Tengah. Namun, insiden penembakan ini mengubah persepsi publik dan menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab dan etika pejabat publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *