BANDARLAMPUNG(PeNa) – Dalam pagelaran Pekan Raya Lampung (PRL), panitia anjungan Tulangbawang terkesan seperti kurang persiapan. Saat bupatinya sedang melakukan kunjungan mendadak Lampu dianjungan ini padam.
Saat itu, pengunjung yang datang ke anjungan Tulangbawang cukup ramai, alhasil padamnya Listrik membuat pengunjung dan Winarti sempat panik. Ajudan yang kawal Winarti dengan sigap labgsung menyalakan lampu senter hanpone untuk penerangan sementara.
Parahnya lagi, padamnya listrik ini, hanya terjadi di Tulangbawang saja, tidak terjadi di tetangganya anjungan Tanggamus dan Lampung Barat. Petugas anjungan pun tidak menyiapkan genset, sebagai antisipasi.
Rian salah satu warga asal Tulangbawang mengaku kecewa dengan pengelola anjungan. Pasalnya pria kelahiran Mengala ini, ingin sekali melihat pembangunan di tempatnya berasal sebagai obat rindu kampung halaman.
“Saya ini perantauan dari Tuba, saya sedikit kecewa dengan padamnya listrik dan panitia pun terkesan lambat untuk mengatasi permasalahan ini. Padahal saya ingin sekali melihat pembangunan yang terjadi di Tulangbawang,” kata dia, Sabtu (3/8/2019).
Dia berharap hal ini tidak terjadi lagi, sebab yang mengalami pemadaman hanya di Anjungan Tulangbawang, sedangkan Anjungan tetangga sebelah milika Tanggamus dan Lampung Barat.
“Ini aneh, kaya kurang siap,” kata dia.
Sementara itu Ferly, Asisten II Pemda Tulangbawang ketika dimintai konfirmasi oleh wartawan, malah mengkambing hitamkan PLN. Padahal yang terjadi pemadaman hanya di Kabupaten Tulangbawang.
“Ini semua terjadi karena jalur PLN, semua jalur PLN mati semua,” kata dia.
Kesan kurang siap pun terlihat saat tidak adanya genset dianjungan Tulangbawang, sebagai penerangan emergency ketika listrik PLN padam. Ferly berdalih jika genset mereka tidak bisa masuk ke lokasi PRL.
“Sebebarnya kita ada genset, tapi tadi siang tidak bisa masuk. Sekarang sedang dalam proses masuk ke lokasi PRL,” singkat dia.






