BANDARLAMPUNG – (PeNa), BMKG memprediksi cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah Lampung hingga dua hari mendatang. Hujan lebat, petir, dan angin kencang diperkirakan muncul siang hingga malam.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tetap harus beraktivitas. Risiko bertambah saat warga melakukan perjalanan antarkota di tengah cuaca memburuk.
Menindaklanjuti peringatan BMKG, Polda Lampung meminta masyarakat tidak memaksakan diri berkendara saat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah setempat.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menekankan pentingnya kesiapan mental dan kepekaan membaca kondisi jalan sebelum memulai perjalanan jauh.
“Cuaca bisa berubah cepat. Pengendara diminta menunda perjalanan bila hujan lebat disertai angin kencang, terutama untuk rute luar kota yang minim penerangan,” ujar Yuyun, Minggu (1/2/2026).
Polda Lampung juga mengingatkan pengemudi memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum berangkat, mulai dari ban, rem, wiper, lampu, hingga bahan bakar.
Menurut Yuyun, banyak insiden terjadi karena kendaraan tidak siap menghadapi kondisi ekstrem saat hujan deras dan jarak pandang menurun di jalan.
“Pastikan ban tidak gundul, rem berfungsi baik, lampu menyala optimal, dan wiper bekerja normal. Kendaraan yang prima membantu pengemudi mengantisipasi kondisi darurat di tengah hujan,” katanya.
Waspada Aquaplaning dan Jalan Licin
Dalam perjalanan, pengendara roda dua maupun roda empat diminta menyesuaikan gaya berkendara. Mobil berisiko mengalami aquaplaning, sementara motor rawan tergelincir di genangan.
Yuyun mengimbau pengemudi mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver mendadak saat melintas di jalan licin.
“Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan hindari pengereman mendadak di jalan licin. Bila jarak pandang turun drastis, menepi di tempat aman lebih baik daripada memaksakan laju,” ucapnya.
Khusus pengendara motor, polisi mengingatkan penggunaan jas hujan yang aman dan tidak mengganggu keseimbangan saat berkendara di tengah hujan.
Selain itu, warga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau baliho ketika angin kencang. Keselamatan, kata Yuyun, harus menjadi prioritas utama.
“Gunakan jas hujan yang tidak mengganggu kendali, hindari berteduh di bawah pohon, dan segera laporkan bila menemukan kondisi berbahaya di jalan. Keselamatan harus diutamakan,” tegasnya.
Polda Lampung mengimbau pemudik atau warga yang hendak bepergian jauh untuk merencanakan rute, memantau pembaruan cuaca dari BMKG, serta memberi tahu keluarga estimasi perjalanan.
Pengemudi disarankan membawa perlengkapan darurat, seperti segitiga pengaman, senter, obat pribadi, dan memastikan bahan bakar terisi penuh sebelum melintas jalur minim SPBU.
Polda Lampung bersama Polres dan Polresta menyiagakan personel di titik rawan genangan dan pohon tumbang. Warga diminta segera melapor bila menemui hambatan agar penanganan cepat dilakukan.






