Libur Lebaran Idul Fitri 1443H, Sejumlah Objek Wisata Pesawaran Jadi Sasaran

P E S A W A R A N – (PeNa), Selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1443H, sejumlah objek wisata di Kabupaten Pesawaran menjadi sasaran wisatawan baik lokal maupun domestik.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa menanggapi berakhirnya masa liburan lebaran tersebut.

“Rupanya, objek wisata kita (Pesawaran) menjadi pilihan utama masyarakat yang akan mengisi liburan lebaran idul fitri. Tercatat, ada 50.047 wisatawan telah mengunjungi dihampir seluruh obyek wisata di Bumi Andan Jejama. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 11.334 wisatawan domestik serta 38.713 wisatawan lokal,” kata Ketut,Selasa (10/05/2022).

Menurutnya, angka jumlah wisatawan tersebut direkap sejak tanggal 29 April hingga 8 Mei 2022 yang didominasi oleh pengunjung dari luar daerah Kabupaten Pesawaran.

“Pengunjung didominasi wisatawan domestik dari luar Kabupaten Pesawaran. Untuk obyek wisata pantai masih menjadi favorit para wisatawan dibanding wisata darat seperti pegunungan, air terjun maupun wisata perbukitan,” ujar dia.

Meningkatnya jumlah wisatawan tersebut juga diimbangi dengan komitmen pengelola wisata yang menjamin tersedianya sarana protokol kesehatan (prokes) covid-19 guna mencegah adanya klaster penyebaran virus yang berasal dari Wuhan China tersebut.

“Kami juga tekankan kepada pengelola wisata untuk menyediakan sarana protokol kesehatan serta mengaktifkan kembali satgas internal yang bertugas memantau penerapan prokes di lokasi obyek wisata sehingga pengunjung lebih patuh dan tertib,” tutur dia.

Sejumlah objek wisata laut dan pantai yang banyak disasar wisatawan adalah Pantai MS Mutun Town dan Pulau Pahawang. 4.852 Kunjungan Wisatawan di Pantai Mutun Town dan 3.755 kunjungan wisatawan ke Pulau Pahawang.

“Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus melakukan inovasi kreatif dalam mengembangkan potensi wisata diseluruh desa guna membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata, ” tegas dia.

Informasi yang dihimpun dilapangan, beberapa wisatawan domestik ternyata masih mengeluhkan sarana dan prasarana di lokasi wisata pantai yang masih belum dapat menampung kebutuhan para pengunjungnya.

“Kami dari Palembang, sudah dua kali ini berlibur di pantai Pesawaran. Ya di Pantai Mutun ini, sayangnya air dan tempat bersalin baju serta kamar mandi masih belum ditambah. Air bersihnya kurang dan antrian ketika akan ke kamar mandi cukup panjang, ” kata Rohayat, yang mengaku dari Jaka Baring Palembang.

Senada dengan Rohayat, rombongan keluarga Marjuk dari Jambi ketika berlibur di Pantai Pahawang juga mengaku sedikit bingung karena tidak adanya pemandu ataupun brosur yang biasanya dikeluarkan pengelola wisata atau dinas yang menanganinya ketika masuk kawasan wisata.

“Dijalan menuju pantai macet, dan dari masuk kawasan wisata hingga ketika sampai di Ketapang tidak ada petugas yang dapat memberikan informasi. Barangkali, kalau dari pengelola atau dinas pariwisata setempat dapat memberikan arahan atau mungkin brosur yang berisikan info tempat wisata dan fasilitasnya, kami tidak bingung. Mudah-mudahan pemerintah daerah melalui dinas pariwisata bisa lebih baik lagi dalam mengelola dan membina pelaku wisata sehingga pengunjung lebih mudah memilih wisata yang diinginkan, ” kata Marjuk.

Sementara Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata, Aris King mengingatkan pengelola wisata untuk terus menjaga sapta pesona guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung di bumi andan jejama.

“Pembeli adalah raja juga berlaku pada industri pariwisata, sebab pengelola wisata menjual jasa sementara pengunjung adalah konsumen yang harus dijamin kenyamanan nya,” kata dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.