
LAMPUNG SELATAN-(PeNa), Pondok Pesantren (Ponpes) Islam AL Fatah Al Muhajirun, Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Lampung, terbakar, pada Senin (5/2) sore.
Diduga korsleting arus pendek listrik pada AC yang berada diatas plapon antara gudang dan plapon ruang kelas kuliah yang menjadi penyebab kebakaran. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun sebanyak lima ruangan dibagian depan Ponpes AL Fatah, nyaris ludes terbakar.
Menurut salah seorang Ustadz Pengurus Ponpes Al Fatah, Nurhadis, peristiwa kebakaran terjadi pada waktu shalat Asar sekitar pukul 16.00 WIB.”Usai menunaikan shalat ashar, kami baru mengetahui telah terjadi kebakaran di Ponpes AL Fatah,” kata Nurhadis.
Sesampainya dilokasi lanjut Nurhadis, api sudah membesar seolah menyelimuti gudang dan ruang kelas kuliah. Melihat itu, seluruh ustadz, Santri, dan warga sekitar bersama Tim rescue Ponpes AL Fatah berlarian dengan membawa alat seadanya berupaya untuk menjinakkan api dan memutus jalan api dengan membongkar genteng, agar tidak merembet keruang lainnya, Sayangnya, kobaran api terus membesar melalap Lima ruang yang ada dibagian depan gerbang Ponpes AL Fatah.”Lima ruang yang terbakar yakni, dua ruang Kuliah, satu ruang Laboratorium, ruang kantor dan gudang,” ujar dia.
Kobaran api baru bisa dijinakan dan padam setelah petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua unit kendaraan pemadamnya dilokasi kejadian. “Dari hasil pendataan sementara, kerugian yang diderita akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 500 juta,” ungkap dia.
Menyikapi kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Natar, Aiptu. Zulkarnain M menuturkan bahwa setelah mendapatkan informasi ia langsung datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan menghubungi petugas Damkar.
“Setelah dapat laporan saya langsung kesini. Saat saya menghubungi petugas Damkar ternyata masyarakat sekitar sudah lebih dulu menghubungi petugas Damkar sehingga petugas cepat datang dan berhasil memadamkan api,” tutur dia.
Untuk mengamankan lokasi kebakaran dan mempermudah penyelidikan, tegas Zulkarnain M, ia bersama petugas Polsek Natar memasang garis polisi di seputar Lima ruang yang terbakar. “Garis Polisi kita pasang untuk membatasi lokasi dari warga yang ingin menyaksikan pasca ke bakaran di Pompes Al Fatah,” tegas dia. PeNa-obi






