PRINGSEWU-(PeNa), Mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pringsewu hanya bermodalkan otak dan tenaga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 15 pekon dan dilakukan oleh 350 mahasiswa Universitas Sai Bumi Ruwa Jurai (USBRJ) Bandarlampung.
Setelah selama 45 hari mahasiswa tersebut melaksanakan kegiatannya, kemudian ditarik kembali oleh pihak kampus. Penarikan mahasiswa usai KKN dilangsungkan secara simbolik di Aula Utama Kantor Sekretariat Pemerintah daerah Kabupaten Pringsewu. Hadir dikesempatan tersebut adalah Bupati Sujadi dan jajaran USBRJ Bandarlampung baik pembina yayasan, para dekan, dosen pembimbing, para mahasiswa, jajaran pemkab setempat, camat dan kepala pekon.
Bupati Pringsewu, Sujadi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa Universitas Sai Bumi Ruwa Jurai yang telah melaksanakan KKN sekaligus melakukan banyak hal positif di Kabupaten Pringsewu. “Kehadiran para mahasiswa yang tentunya masih memiliki idealisme ini, menjadi support bagi pemerintah daerah dan juga pekon,” ucap dia, Jumat (21/4).
Dikatakan bupati, kesuksesan sebuah pembangunan, adalah adanya kesinambungan program serta sinergitas, khususnya antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan USBRJ, serta perlunya tindak lanjut dari program-program yang ada.”Kedepan, kita berharap adanya kesinambungan program serta sinergitas antara pemerintah kabupaten pringsewu dengam pihak USBRJ, ” kata dia.
Menurut Ketua Pembina Yayasan Universitas Sai Bumi Ruwa Jurai Bandarlampung Subki E. Harun, ada kesan baik selama para mahasiswa USBRJ melakukan KKN selama 45 hari di Kabupaten Pringsewu, dimana bupati Pringsewu sendiri telah meminta agar tahun depan wilayahnya dapat menjadi tujuan KKN kembali. “Saya atas nama Universitas Sai Bumi Ruwa Jurai mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Pringsewu yang telah menerima kami dengan dengan baik selama ini,” ujar dia.
Lebih lanjut diungkapkan mantan wagub Lampung ini, bahwa para mahasiswa selama berkegiatan di Kabupaten Pringsewu hanya bermodalkan otak dan tenaga. “Dari 15 pekon yang menjadi lokasi KKN, ada 3 pekon yang kami unggulkan, yakni Pekon Tulungagung, dimana mahasiswa telah membuat penjernihan air minum, kemudian di Pekon Blitarrejo dengan membuat jalan desa, serta di Pekon Klaten, dimana mahasiswa telah membuat sebuah peta monografi desa, mengingat selama ini pekon ini belum memiliki peta wilayah sama sekali,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan saling tukar cinderamata antara Bupati Pringsewu dengan rektorat USBRJ. Serta penyerahan peta monografi Pekon Klaten.
Turut hadir pula pembina USBRJ lainnnya, yakni Jafar Lan Putra, yang juga mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan RI. PeNa-spt.






