PESAWARAN-(PeNa), Terpantau banyak masyarakat mendorong Rama Diansyah kembali duduk sebagai Legislator di DPRD Kabupaten Pesawaran periode 2019-2024.
Mantan anggota dewan yang sekarang aktif didunia jurnalistik tersebut kembali didaulat oleh konstituen dari Kecamatan Kedondong, Kecamatan Way Khilau dan Kecamatan Way Lima.
“Saya maju bukan karena ingin jabatan, tapi dorongan masyarakat yang bertubi-tubi kepada saya untuk kembali maju menjadi calon legislatif. Ya, dengan niat hanya untuk ibadah semata, Insha Allah apa yang menjadi harapan masyarakat dapat dikabulkan, ” kata Rama Diansyah, Selasa (10/04).
Dijamannya, masyarakat banyak mencatat apa saja yang pernah diperbuat dalam rangka mendukung percepatan pembangunan. Diantaranya, kepeduliannya kepada infrastruktur dusun hingga peningkatan petani.
“Mungkin masyarakat masih mengingat, banyak persoalan pembangunan yang dulu susah terealisasi karena kondisi keuangan daerah. Di dusun-dusun di Kecamatan Way Khilau dan Kedondong, dulu banyak jalan setapak. Kita bantu ajukan kepada pemda dan didorong saat pembahasan maka terealisasi, ” tutur dia.
Selain kepedulian terhadap infrastruktur, Rama Diansyah juga dikenal dengan inovasi dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia dipedesaan.
“Kita banyak berikan motifasi kepada masyarakat didesa agar senantiasa melibatkan diri pada proses pembangunan. Caranya dengan banyak belajar, yang menjadi petani kita arahkan mendapat pelatihan tentang pertanian dengan teknologi yang lebih maju. Kemudian, yang menjadi tenaga konstruksi, kita dorong untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi yang kerap diadakan pemda setempat, ” papar dia.

Rama Diansyah merupakan Calon Legislatif DPRD Kabupaten Pesawaran dari Partai Demokrat dengan nomor urut delapan (8) maju melalui daerah pemilihan (dapil V) yakni Kecamatan Kedondong, Kecamatan Way Khilau dan Kecamatan Way Lima.
Kisah hidupnya didunia politik sangat piawai bermanuver dalam meraih apa yang menjadi kepentingan masyarakat. Banyak sudah, persoalan sosial yang terjadi ditengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik tanpa ada konflik yang berkepanjangan.
Terlebih dikalangan kaum millenial, meski usianya hampir setengah abad, namun tetap mengerti dan memahami apa yang menjadi keinginan mereka pada umumnya.
Lelaki yang selalu tepat waktu dalam menjalankan ibadah sholat fardzunya kerap menyoroti persoalan terkini dikalangan generasi muda.
“Hoax itu salah satu bentuk pidana, untuk itu kepada generasi millenial yang cenderung aktif dengan gadgetnya sering saya nasihati bahwa jangan sampai ujung jemarimu menjadi pembuka gembok hotel prodeo. Bermedsoslah dengan santun dan saring sebelum sharing, ” ucap dia. PeNa-spt.






