Meski Nakes Pesawaran Banyak Terpapar Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

 

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Meskipun Tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Pesawaran banyak yang terpapar virus covid-19, pelayanan disejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tetap normal.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Maisuri membenarkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa hasil tes swab antigen yang dilakukan terdapat 25 nakes yang terkonfirmasi positif dan melaksanakan isolasi mandiri (isoman).

“Iya memang benar info tersebut, dan saat ini puluhan nakes tersebut sedang menjalani isolasi mandiri,” kata dia, Kamis (21/07/2021).

Menurutnya, para nakes tersebut dikesehariannya sangat beresiko kesehatannya karena berhadapan langsung dengan para pasien dan kerapnya pasien enggan menyampaikan riwayat penyakitnya.

“Mereka inikan berhadapan langsung dengan pasien, jadi resiko terpaparnya cukup besar, tapi yang jelas kami akan selalu mendukung para nakes kita, karena mereka garda terdepan dalam menangani pasien yang terkonfirmasi,” ujar dia.

Diterangkan, sebelumnya Dinas Kesehatan telah melakukan rangkaian tes swab antigen terhadap nakes mengingat intensitas tugasnya cukup padat dan melelahkan.

“Jadi jumlah Nakes di RSUD itu ada sekitar 365 orang pegawai, setelah kita lakukan antigen keseluruhannya terdapat 25 orang yang dinyatakan positif dari hasil yang kita lakukan,” terang dia.

Ia menegaskan, meskipun puluhan nakes RSUD yang menjalani isolasi mandiri, namun hal tersebut tidak akan mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat yang ingin berobat di RSUD.

“Kalau untuk pelayanan insyaallah tidak terganggu ya karenakan ada shift-shiftan untuk para nakes yang bertugas, disituasi seperti saat ini kita malah ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas dia.

Melengkapinya, Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona terus mengingatkan seluruh elemen dan masyarakat Bumi Andan Jejama untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk memutus penyebaran virus covid-19 dan menurunkan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif, maka dibutuhkan keseriusan seluruh masyarakat. Tanpa ada partisipasi masyarakat, hal ini susah dikendalikan. Patuhi himbauan pemerintah, terapkan prokes dengan disiplin, tetap tenang dengan perbanyak ibadah dan kurangi aktifitas diluar rumah yang berpotensi, ” kata dia.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *