Napi Kotabumi Pakai Modus Pacaran hingga VCS, Polisi: Korban Diancam Video Disebar

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Modus rayuan cinta dipakai ratusan warga binaan di Rutan Kelas IIB Kotabumi untuk menipu perempuan di media sosial. Setelah korban terjebak hubungan asmara dan melakukan video call sex (VCS), pelaku mulai menjalankan aksi pemerasan.

Polda Lampung mengungkap ada 137 warga binaan yang diduga terlibat dalam kasus love scamming tersebut.

Bacaan Lainnya

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan para pelaku sengaja memakai identitas palsu anggota TNI dan Polri untuk meyakinkan korban.

“Mereka memakai foto dan atribut aparat supaya korban percaya dan merasa aman,” ujar Helfi.

Menurut dia, setelah korban percaya, pelaku mulai mengajak komunikasi intens hingga berujung VCS. Rekaman video itu lalu diedit dan dijadikan alat ancaman.

“Ada pelaku lain yang kemudian menelepon korban dan mengaku dari Propam atau Polisi Militer,” katanya.

Korban lalu diberi narasi bahwa video tersebut ditemukan saat razia handphone anggota dan akan disebarkan bila tidak memberikan uang.

Polisi Temukan 156 HP di Dalam Rutan

Kasus ini terbongkar setelah petugas menemukan 156 handphone di dalam rutan. Dari pemeriksaan sementara, aksi penipuan itu diduga sudah berjalan sejak Januari hingga April 2026.

Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar.

“Modus mereka rapi. Ada pembagian hasil juga setelah korban transfer uang,” kata Helfi.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti mulai dari atribut Polri, buku rekening, kartu ATM, kartu Brizzi hingga ratusan handphone yang dipakai pelaku.

Dua korban dari Lampung dan Jawa Timur juga telah membuat laporan resmi ke Polda Lampung.

Kapolda meminta masyarakat lebih waspada terhadap hubungan asmara di media sosial, terutama bila mulai diarahkan ke permintaan uang atau video pribadi.

“Jangan mudah percaya dengan identitas di media sosial. Kalau sudah ada ancaman atau pemerasan, segera laporkan ke polisi,” pungkas Helfi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *